Monday, October 28, 2013

MU Minta Maaf soal Logo "Swastika"

Katakepo.blogspot.com - MANCHESTER, Manchester United (MU), melalui Kepala bagian Media, David Sternberg, meminta maaf terkait adanya logo mirip swastika —lambang Nazi— dalam e-mail mingguan yang dikirimkan kepada suporter Setan Merah. MU, kata dia, akan melakukan investigasi internal mengenai alasan pembuatan desain logo itu.

Kemiripan antara logo MUFC (Manchester United Football Club) dan swastika itu terungkap dalam United Uncovered yang dikirim kepada pendukung lewat e-mail. Pesan yang diberi judul "New Order" itu merupakan berita perihal sejumlah bintang muda MU, di antaranya Adnan Januzaj dan David de Gea.

Sternberg mengaku, pihak klub sendiri tidak mengetahui dalam e-mail tersebut logo MUFC didesain sehingga terkesan mirip dengan swastika. Ia mengakui, desain seperti itu seharusnya memang tidak pantas dibuat.

"Kreativitas itu sama sekali tidak layak. Kami meminta maaf sedalam-dalamnya dan akan mengambil tindakan secara internal," tulis Sternberg melalui akun Twitter-nya.

Supporter pun sempat bertanya kepada Sternberg mengapa logo tersebut bisa lolos dari pantauan manajemen klub, Sternberg pun menjawab, "Karena hal itulah kami akan melakukan investigasi. Tentunya, hal tersebut tidak harus dilakukan."

Halalkah Mengasuransikan Diri?

Katakepo.blogspot.com - Halalkah seorang muslim mengasuransikan diri baik produk pendidikan / kematian ?
(Suwarno, 47 Tahun)

Jawab:
Berdasarkan konsep syariah, manusia diwajibkan untuk saling tolong menolong dan berbuat kebajikan (Quran surat (QS) Al Maidah ayat 2) serta diwajibkan untuk memperhatikan hari esok. Artinya menyiapkan rencana untuk masa depan (QS: Al Hasyr ayat 18).
Dalam asuransi syariah, sesama peserta saling menolong dengan peserta lainnya dalam hal membantu peserta lain yang terkena musibah baik kematian, kecelakaan, sakit dan sebagainya demikian juga berlaku sebaliknya. Setiap peserta saling memberikan sumbangan yang dikumpulkan ke dalam pooling funds.

Dana tersebut yang akan digunakan untuk menolong peserta yang mengalami musibah. Pperusahaan asuransi membantu nasabah mengelola dana nasabah, bukan menanggung risiko kematian nasabah.
Jadi mengasuransikan diri atas kematian dalam konsep asuransi syariah adalah bukan mengasuransi kematian yang merupakan wewenang dan takdir Tuhan tetapi dalam rangka tolong menolong.
Demikian juga asuransi pendidikan adalah sebagai langkah mempersiapkan hari esok agar manusia tidak dalam keadaan lemah baik jasmani, finansial dan iman.
Srikandi Utami,
Head of Syariah PT Sun Life Financial Indonesia.

Mau Kuku Cantik Seperti Miss Universe?

Katakepo.blogspot.com - Ajang pemilihan ratu tercantik di seluruh dunia, Miss Universe 2013 akan digelar di Rusia pada tanggal 9 November 2013 mendatang. Untuk merayakan dan menyemarakan pemilihan Miss Universe ini, produsen cat kuku OPI meluncurkan tiga warna cat kuku Miss Universe yang diproduksi terbatas.
Uniknya, cat kuku ini hadir dalam tiga warna yang terinspirasi dari warna mahkota Miss Universe yang didominasi warna abu-abu, ungu dan merah. Cat kuku berwarna ungu gelap disebut I'm Feeling Sashy, merah plum yang disebut Miss You-niverse, dan abu-abu mengilat yang disebut This Gown Needs a Crown.
Khusus untuk This Gown Needs a Crown, cat kuku ini bisa diaplikasikan tanpa menggunakan top coat dan menghasilkan hasil akhir yang mengilap seperti kain satin. Anda cukup menggunakan base coat dan melapisinya dengan cat kuku sebanyak dua lapisan agar lebih berkilau. Dan setiap botol cat kuku berwarna perak ini, disertai dengan cincin bermata mahkota. Ini bertujuan untuk memberikan sentuhan manicure secantik perawatan kuku para kontestan Miss Universe. 
Menurut Suzi Weiss-Fischmann, Co-Founder OPI yang didapuk menjadi sponsor perawatan kuku resmi para kontestan Miss Universe 2013, perempuan yang berkompetisi memperebutkan gelas Miss Universe ini, semuanya adalah perempuan cantik, pintar dan bisa menginspirasi banyak perempuan.
"Dedikasi mereka terhadap masalah dunia begitu tinggi, namun tak mengesampingkan kecantikan, kecerdasan. Inilah yang mendorong terciptanya tiga warna terbaru cat kuku Miss Universe ini. Tiga warna ini diharapkan bisa menanamkan pemikiran-pemikiran positif, dalam pikiran semua perempuan di dunia," jelas Weiss-Fischman. 
Warna-warna yang sangat glamor ini sangat ideal untuk berbagai kesempatan spesial, pesta di malam hari, atau kesempatan biasa.

Batik Jawa Dwipa Melenggang di "Negeri Sakura"

Katakepo.blogspot.com - Batik karya desainer Nita Azhar sudah cukup akrab dengan konsumen di Jepang. Ia merebut hati pelanggan setia dengan memadukan budaya Indonesia-Jepang, dan tentu saja menjaga kualitas.

Lembaran-lembaran kain batik sutra Jawa Dwipa karya Nita melenggang di ”Negeri Sakura” pada 4-6 Oktober lalu. Nita berpartisipasi dalam ajang Sakura Collection 2013 yang diselenggarakan Adventure Japan Inc di Tokyo Tower, Tokyo. Upayanya menembus Jepang dilakukan dengan menjaga kualitas. Kain-kain batik karyanya selalu batik tulis tangan dan sebisa mungkin menggunakan pewarna alami.

Ia juga menjaga hubungan baik dengan para koleganya di sana. Hal ini penting karena orang-orang Jepang rata-rata menghargai hubungan baik. Mereka juga berkarakter setia sehingga saat sudah menyukai satu karya akan selalu kembali. Namun, kata Nita, yang terpenting adalah konsisten terhadap lokalitas budaya.

”Jepang mempunyai apresiasi tinggi terhadap budaya dan seni lokal. Semakin kental muatan lokal pada kerajinan, mereka akan semakin menghargai,” katanya.

Batik sendiri sudah mengantongi modal untuk memenangkan hati orang Jepang, yaitu kesamaan budaya. Batik Jawa dan kain tradisional Jepang sama-sama mempunyai sejarah panjang. Banyak kemiripan motif serta sarat muatan filosofis di baliknya. Nita menampilkan tiga busana dengan kain batik bertema ”Jawa Dwipa”. Ketiganya bermotif flora.

Motif bunga, dedaunan, dan ranting melayang gemulai di kain sutra tembus pandang yang dikenakan model Naily Maulida. Warna-warnanya diambil dari warna alam, seperti coklat kayu, ungu terong, hijau daun, dan jingga. Meski bukan motif tradisional, Jawa Dwipa tetap menggunakan langgam batik dan motif yang menyerupai ukir-ukiran Jawa.

Nita menuturkan, dalam karya ini, ia ingin menampilkan kekayaan flora Pulau Jawa yang melambangkan kecantikan dan kemakmuran. Jawa Dwipa juga menyimpan keprihatinan Nita terhadap kerusakan lingkungan yang kian masif. Lewat karyanya, desainer yang juga menulis puisi dan melukis itu mengajak agar manusia kembali becermin pada alam serta memelihara kelestariannya.

”Alam adalah tempat manusia berpijak. Jika alam rusak, manusia juga terancam rusak,” ujarnya.
Paduan budaya

Dengan karya ini, Nita kembali membuat terobosan baru. Kain-kain batik itu dipadukan dengan busana tradisional Jepang, yaitu kimono dan obi. Perpaduan baru ini dinamakan Sakura Java Dwipa. Hasilnya adalah keanggunan. Gaun-gaun itu melambai di setiap langkah, menonjolkan keindahan perempuan tanpa menjadi vulgar. Sakura Java Dwipa terlihat sebagai busana modern yang kental nuansa etnik serta tak meninggalkan nilai-nilai kesantunan tradisional.

Konsep rancangan busana Sakura Java Dwipa adalah gaun malam yang terdiri dari rok pesta (ball gown) dari batik tulis utuh sepanjang 4 meter. Atasannya merupakan modifikasi kebaya dan kimono berpotongan modern. Atasan Jepang dan bawahan batik itu disatukan dengan obi. Obi adalah ikat pinggang dengan hiasan di bagian punggung khas Jepang yang biasanya terbuat dari kain tenun. Bentuk dan fungsi obi mirip dengan angkin atau setagen pada kebaya.

Kain batik dibiarkan utuh tanpa dipotong dan hanya dijahit sederhana. Teknik ini merupakan penghargaan terhadap kain batik yang dianggap sebagai karya seni. Nilai kain batik justru terlihat pada gelaran sehingga pemotongan akan merusak nilai seninya.

”Kain ini tetap bisa digelar untuk dinikmati sebagai seni dan bisa menjadi warisan keluarga. Persis seperti kimono yang menjadi pusaka keluarga di Jepang,” kata Nita.

Banyaknya kesamaan membuat busana tradisional Jawa dan Jepang begitu pas dan mudah dipadukan. Fungsi obi dan setagen, misalnya, sama-sama membuat postur tegak dan menjaga sikap dan langkah perempuan. Obi hijau muda yang digunakan Nita juga bermotif tradisional Jepang yang mirip motif kawung pada batik.

Kain tradisional Jepang dan Jawa juga mempunyai teknik pembuatan yang mirip. Ada roketsu-zome yang mirip batik. Ada juga shibori yang mirip tenun.
Diplomasi

Lebih dari itu, Sakura Java Dwipa dan Sakura Collection 2013 merupakan upaya diplomasi budaya. Hal ini diharap merajut kerja sama lebih lanjut. Nita sendiri sudah beberapa kali ”bergerilya” memamerkan kain batik ke berbagai negara. ”Saya lebih sering dibiayai orang asing. Padahal, batik bisa menjadi kekayaan budaya yang membawa kita dikenal di dunia internasional,” kata Nita, yang beberapa kali mendesain busana Miss Universe ketika mereka tampil di Yogyakarta.

Panitia acara dari Adventure Japan Inc, Noriko Tabata, mengatakan, budaya merupakan diplomasi yang lembut tetapi paling jitu. ”Setiap perselisihan bisa diselesaikan lewat kesamaan budaya. Berbagai kerja sama juga bisa dimulai dari sini,” katanya.

Sakura Collection 2013 juga menghadirkan desainer dari lima negara Asia Tenggara lainnya. Mereka adalah Hang Nam Nam dan Chen Kah Lee dari Singapura, Joe Chia dari Malaysia, Francis Libiran dari Filipina, Chai Jiamkittikul dari Thailand, serta Si Hoang dari Vietnam. Masing-masing menampilkan desain kolaborasi busana tradisional masing-masing negara dengan Jepang.

Batik karya Nita Azhar termasuk mendapat penghargaan tinggi. Hal itu terlihat dari kios batik Nita yang selalu paling ramai. Ibu-ibu dan gadis Jepang tampak antusias mencoba selendang-selendang batik. Masami Ozawa (55) dan Ifumi (70), misalnya, telah mempunyai koleksi batik Yogyakarta hingga berlembar-lembar.

”Ada puluhan orang di Tokyo ini yang sangat menggemari kain batik. Kami kerap bertemu. Sampai-sampai kami pergi ke Yogya untuk melihat proses pembuatannya,” kata Izumi Nagano, salah satu pencinta budaya Jawa yang tinggal di Tokyo, Jepang.

Kain batik desain Nita juga satu-satunya busana tradisional luar Jepang yang mendapat kehormatan dikenakan dalam konser musik dan tari balet pembukaan Sakura Collection 2013. Tujuh gadis Jepang yang tergabung dalam kelompok seni Ripoanopichi terlihat cantik dalam balutan busana batik/kimono karya Nita.

Rasa "Nano-nano" Masakan Korea

Katakepo.blogspot.com - Menikmati masakan Korea akan selalu ramai rasanya. Tidak hanya manis, rasa asam dan asin ikut mewarnai lidah ketika mengecapnya. Meski ada warna merah cabai pada masakannya, rasa pedas tak terlalu kentara.

Di Jakarta, cukup mudah menemukan restoran masakan Korea. Bahkan, toko atau minimarket yang khusus menjual aneka produk makanan dan kebutuhan pokok asal Korea pun ada. Coba ketik nama Mu Gung Hwa, Hanil Mart, Wijaya Mart atau K-Mart Wijaya, dan New Seoul Supermarket. Keempat toko itu berada di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Kalau mau langsung mencicipi makanan khas Korea yang dijamin lezat, terutama saat menikmati Festival Budaya Korea di Lotte Shopping Avenue, Kuningan, Jakarta Selatan, sekalian saja mampir di Bon Chon atau Bulgogi Brothers. Kalau Bon Chon cenderung menyediakan makanan siap saji, Bulgogi Brothers menawarkan masakan tradisional ”Negeri Ginseng”.

Bulgogi alias daging sapi menjadi sajian utama restoran ini. Bulgogi adalah daging sapi yang telah diolah dengan bermacam bumbu kemudian dipanggang.

Bulgogi dimasak langsung di meja tempat para tamu duduk bersantap. Juru masak merangkap pelayan akan memastikan setiap bahan matang sesuai permintaan tamu.

”Seperti steak pada umumnya, bisa minta matang benar atau setengah matang,” kata salah satu pelayan.

Melihat daging merah yang telah dibumbui dan dilengkapi dengan bawang putih, sejenis labu, ubi, dan sayuran itu perlahan matang sempurna, memberi sensasi tersendiri bagi para pencinta masakan Korea.

Asap menyertai bau sedap masakan semakin membuat perut memberontak ingin segera diisi.

”Dagingnya enak sekali, manis, bumbunya pas,” seru seorang tamu.

Setiap menu di restoran ini selalu dilengkapi dengan kimchi. Kimchi adalah makanan fermentasi yang berasal dari sayuran, seperti sawi putih, lobak, dan mentimun.

Jangan lupa pesan juga bibimbap atau nasi campur Korea. Segelas teh jagung atau oksusu cha rasanya paling pas melengkapi setiap menu masakan.