Monday, October 28, 2013

Jupe: Saya Ingin Pas "Belah Duren" Disiarkan Langsung

Katakepo.blogspot.com - JAKARTA,Selain pertunangannya dengan pesepak bola asal Argentina, Gaston Castano, pada November 2013 di Jakarta, akan ditayangkan langsung, penyanyi dangdut dan pemain film Julia Perez atau Jupe juga berharap pernikahannya kelak disiarkan langsung. Jupe ingin seperti itu karena terinspirasi oleh tayangan langsung pernikahan pasangan artis musik Anang Hermansyah dan Ashanty Siddik pada 12 Mei 2012 di Jakarta.

"Jadi follower itu enggak pernah salah. Jadi follower berarti kita terinspirasi. Dan, saya pikir, yang namanya penikahan live itu sudah pernah ada. Dan, kebetulan saya juga mengidolakan Mas Anang dan Ashanty. Saya lihat, hebat ya bisa disiarkan gitu," kata Jupe dalam wawancara di kawasan Rasuna Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (28/10/2013).

Gayung bersambut, salah satu program televisi swasta berencana menyiarkan pernikahan Jupe dan Gaston. "Ada permintaan ke saya juga, ya kenapa enggak. Saya malah kepengin pas 'belah durennya', ha-ha-ha...," celoteh Jupe berbumbu canda. "Enggaklah, ini berkah saja, mungkin karena akunya supel. Gayung bersambut, akhirnya impian tercapai," lanjutnya.

Impian lain Jupe untuk siaran langsung pernikahannya nanti, ia ingin melangsungkannya di lapangan sepak bola. "Dari awal Gaston memang mau outdoor, dan saya juga maunya gitu. Outdoor itu biar fresh, cantik. Aku berharap mudah-mudahan cita-cita ini terealisasikan," harap Jupe.

Berjam-jam di Jalanan Amerika

Katakepo.blogspot.com -
1382958374656475754
Polisi sementara mengatur lalulintas jalan di Amerika (dok pribadi)

Pengalaman mengemudi selama berjam-jam di negeri orang ternyata dapat memperkaya kita dengan beragam pengetahuan, serta wawasan baru. Kita akan semakin diperkaya dengan berbagai peraturan-peraturan lalu lintas yang bisa jadi sama sekali baru bagi kita. Misalnya juga tentang cara dan kebiasaan mengemudikan mobil di wilayah setempat tersebut, dan tentu juga cara pandang para ‘native driver’ di masing-masing tempat itu.
Saya punya pengalaman mengemudikan mobil dari New Jersey menuju Michigan. Lama perjalanan bila kecepatan mobil normal, dapat ditempuh dalam waktu 11-12 jam. Kalau ngebut, tentu saja bisa lebih cepat, dan kalau macet ya bakalan lebih lama. Nah, pada waktu itu jalan yang kita lalui kebanyakan melewati jalan ‘toll pinggiran’, di mana yang kita lalui pemandangannya didominasi oleh hutan, bukit, dan pohon-pohon. Jauh dari hiruk pikuk suasana perkotaan. Di satu sisi hal ini sangat menyenangkan, tapi di sisi yang lain cukup menyeramkan.
Karena perjalanan menuju Michigan adalah dalam rangka wisata juga, maka saya menyempatkan diri untuk lewat dan mampir di beberapa negara bagian di Amerika, sebut saja Philadelphia (Philly), Ohio, dan Chicago. Ini membuat perjalanan menjadi sedikit lebih panjang karena harus sedikit memutar. Tapi, ibaratnya sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui, maka saya maunya sekali mengemudi maka dua tiga state (negara bagian) tersinggahi. Seperti itu.
Kalau mengemudi di jalan toll bagi saya tidak terlalu menjadi soal, hampir sama dengan ketika kita mengemudikan kendaraan di Indonesia umpamanya. Hanya saja, perbedaannya adalah batas kecepatan dan lajur di jalan. Di Amerika stir mobilnya ada di sebelah kiri, makanya untuk melambung harus mengambil jalur paling kiri, bukan yang paling kanan. Kecepatan maksimum pun berbeda-beda di setiap jalan. Kalau di jalan lokal bahkan ada yang jalanan dengan jarak hanya terpaut 100 meter tapi batas kecepatannya berbeda-beda sampai tiga macam. Misalnya saja speed limit 15 mph, lalu 25 mph, kemudian ada 40 mph, dan 65 mph. Ini biasanya kalau kita melewati jalan-jalan perkampungan atau komunitas di mana banyak anak-anak kecil dan orang tua (senior citizen), maka batas kecepatan akan menurun drastis. Polisi memiliki semacam alat (radar) pendeteksi kecepatan (‘speed gun’) sehingga kita tidak dapat mengelak atau berdalih apapun bila sudah tertangkap.
13829586381518174867
Saya mencatat beberapa hal mendasar bila hendak mengemudikan mobil di sana. Pertama, jangan pernah lupa membawa driver license (SIM), insurance card (Kartu Asuransi), dan registration card (STNK). Ada satu saja yang tidak dibawa Anda akan kena denda dan mendapat poin (batas point biasanya 9-12, lebih dari itu SIM Anda bakalan dicabut sementara). Mungkin kalau di Indonesia, mengemudikan mobil yang tanpa asuransi adalah lumrah dan biasa saja, tapi jangan coba-coba mengemudikan mobil tanpa asuransi di Amerika. Kalau bukan mobilnya yang ditahan, Andalah yang akan ditahan. Untuk itu, periksalah seluruh kelengkapan surat Anda sebelum duduk di balik kemudi.
Kedua, perhatikan baik-baik setiap rambu lalulintas yang ada. Dalam perjalanan menuju Michigan, saya pernah diberhentikan polisi ‘hanya’ karena saya tidak berhenti pada pertigaan jalan yang ada tanda stop signnya. Mestinya saya berhenti sekian detik meskipun dari arah depan serta kiri-kanan jalan tidak nampak ada mobil lain yang akan lewat. Nah, waktu itu saya main lewat aja, nggak taunya ada polisi yang nangkring di sudut jalan siap menanti ‘korban’ yang sekiranya lewat di jalan tersebut. Mau tidak mau saya harus membayar tiket (denda) dari polisi itu ( bayarnya bisa lewat pengadilan, atau kirim langsung ke alamat yang tertera di tiket tersebut). Itulah bedanya tanda stop sign dengan ‘yield’. Kalau tanda yield, maka mobil Anda tidak harus berhenti total tapi cukup memelankan kendaraaannya (sebuah tanda awas, atau tanda hati-hati).
Ada juga rambu lalulintas yang menjelaskan bahwa ada pejalan kaki yang akan lewat. Pejalan kaki (pedestrian) ini adalah ‘raja’ di jalan. Apabila ada pejalan kaki yang hendak menyebrang jalan, biarkan mereka lewat dulu. Jangan gas yang diinjak, tapi rem. Kalau Anda coba-coba menomorduakan para pejalan kaki tersebut, bisa-bisa Andalah yang akan kena sue (dituntut).
Ketiga, Istirahatlah kalau sudah capek mengemudi. Bayangkan saja, mengemudi selama berjam-jam dari New Jersey sampai ke Michigan tentu saja menyita banyak energi saya. Lantas bagaimana cara menyiasatinya? Yah saya menerapkan the old story of driving. Apa itu? Berhentilah bila mata mulai ngantuk, dan badan mulai lelah. Pemerintah Amerika begitu concern terhadap kecelakaan lalulintas karena faktor lelah dan mengantuk. Tidak sedikit orang yang nabrak pohon, atau masuk jurang karena mengemudikan mobil dengan mata tertutup alias tertidur selagi berada di belakang kemudi. Ada juga peringatan lainnya, “don’t drink while driving”. Jangan minum sampai mabuk bila Anda sementara mengemudi.
Untuk itulah pula maka jangan heran kalau di Amerika akan banyak sekali dijumpai berbagai rest area di sepanjang jalan toll di mana pun di seluruh pelosok Amerika. Hampir di semua jalan toll, termasuk yang saya lewati menuju Michigan dengan mudahnya ditemui berbagai rest area. Di situ kita bisa jumpai tidak hanya pompa bensin dan toilet, tapi juga restaurant serta berbagai kios yang jualan berbagai macam barang. Bahkan ada yang jualan cinderamata untuk para wisatawan.
Pengalaman yang unik juga saya alami ketika sudah memasuki daerah Michigan, melewati Detroit (salah satu kota terbesar di Michigan), saya sempat diberhentikan polisi. Dia bertanya seperti ini, “Do you know why do I stop you?”. Saya bilang nggak tahu. Kemudian polisi itu mengatakan bahwa kesalahan saya adalah pada waktu belok kanan, roda mobil saya sempat menggilas garis-garis kuning di jalan yang tidak semestinya saya gilas. Hal sepele yang oleh saya bahkan tak terlihat sama sekali, ternyata masih juga bisa dipermasalahkan. Tapi ya itulah, untuk menjadi baik maka kita memang harus taat dan patuh aturan dalam berlalulintas. Apapun itu. Selamat mengemudi, dan semoga sampai di tujuan dengan selamat. —Michael Sendow—
13829586901364904021
Ini mobil impian saya, yang entah kapan bisa mendapatkannya :):)

PLN Persilakan BUMN Bangun Pembangkit Listrik

Katakepo.blogspot.com - JAKARTA,Direktur Utama PLN Nur Pamudji menyambut baik gagasan Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan yang akan membentuk konsorsium BUMN proyek pembangkit listrik.

"Itu bukan di Sumatera saja, tapi untuk seluruh Indonesia. Mungkin BUMN yang mau terlibat silakan mau kembangkan di mana saja. Kita punya banyak proyek, silakan tinggal pilih," kata Nur di kantornya, Jakarta, Senin pagi (28/10/2013).

Nur membayangkan, nantinya konsorsium itu tak jauh berbeda seperti independent power producer (IPP) selama ini yang membangun pembangkit, dan menjual listrik ke PLN. "Cuma kalau itu konsorsium, gitu aja," imbuhnya.

Nur Pamudji mengaku, hingga hari ini Dahlan Iskan belum mengajak bertemu secara resmi soal pembangunan pembangkit listrik oleh konsorsium itu. Sebelumnya, Dahlan Iskan berpikir untuk meminta perusahaan pelat merah membentuk konsorsium untuk membangun pembangkit listrik di Sumatera Utara, menyusul pasokan yang berkurang drastis di wilayah itu.

Berkaca pada keberhasilan proyek jalan tol di Bali yang digarap secara konsorsium, ia menilai perusahaan yang kuat bisa membantu Sumatera untuk mengatasi krisis listrik.

Ajarkan Anak Menggunakan Kata "Tolong", "Terima Kasih'' dan "Maaf"

Katakepo.blogspot.com - Psikolog Evi Sukmaningrum, Psi, M.Si., dari Fakultas Psikologi Unika Atma Jaya, Jakarta mengatakan, usia batita memang saat yang tepat memperkenalkan hal-hal yang baik termasuk mengajarkan kata-kata sopan. Mengapa? Ada beberapa alasan, antara lain, di usia 18 bulan-2 tahun anak sedang belajar menggunakan kata sifat seperti bagus, jelek, panas, dingin, dan sebagainya.


Selanjutnya, di usia 2-3 tahun, anak tak lagi bicara egosentris dan menjadi lebih sosial. Ditambah lagi di usia ini, pemahaman reseptif anak mulai jalan karena kemampuannya dalam mengeksplorasi, observasi, untuk kemudian meniru sedang berkembang. Jadi memang inilah saatnya mengajarkan kata terima kasih, permisi, tolong, maaf, dan sebagainya.
Cara yang paling efektif adalah memberi contoh langsung saat anak beraktivitas sehingga ia dapat sekaligus belajar menggunakan kosakata tersebut pada momen yang tepat.

Jam Tangan Android Samsung Banyak Dikembalikan

Katakepo.blogspot.com - Berita buruk menghampiri Samsung terkait produk jam tangan pintar pertamanya, Galaxy Gear. Perusahaan asal Korea Selatan ini baru saja menemukan sebuah fakta kurang menyenangkan, produk tersebut banyak dikembalikan oleh para pembeli di salah satu lokasi penjualan, Best Buy.

Dalam dokumen bocoran yang didapat oleh situs Geek.com, Sabtu (26/10/2013), diketahui bahwa para karyawan toko Best Buy tampaknya cukup sukses dalam menjual jam tangan pintar tersebut. Namun, tingkat pengembaliannya pun lebih tinggi dibandingkan biasanya.

"Tingkat pengembaliannya mencapai lebih dari tiga puluh persen," tulis dokumen tersebut.

Geek.com
Dokumen bocoran Best Buy
Masih belum diketahui alasan pengembalian dari produk tersebut. Pihak Samsung sendiri sudah meminta pegawai Best Buy untuk mencari tahu alasannya.

Dokumen tersebut juga membocorkan, Galaxy Gear akan segera menambahkan dukungannya terhadap berbagai produk Samsung lainnya, setidaknya sebelum tahun 2013 berakhir. Seperti diketahui, saat ini Galaxy Gear hanya bisa dihubungkan ke perangkat Galaxy Note III dan tablet Galaxy Note 10.1 2014 Edition.

Di saat produk-produk seperti Galaxy Note 2, Galaxy S3, Galaxy S4, dan Galaxy S4 Active telah mendapatkan update Android 4.3 Jelly Bean, maka pada saat itu pula, ke-4 produk tersebut sudah bisa dihubungkan ke Galaxy Gear.

Galaxy Gear adalah sebuah jam tangan pintar yang dibekali layar 1,63 jenis Super AMOLED dengan resolusi 320 x 320 piksel. Di bagian tali, terdapat komponen kamera 1,9 MP dan speaker mini.

Produk yang satu ini dapat digunakan untuk menerima panggilan telepon, menerima pesan singkat, jejaring sosial, membuat memo suara, menerima e-mail, hingga semua notifikasi lain yang berasal dari ponsel.