Thursday, November 7, 2013

Yamaha MT-07 untuk Akvitas Harian

Katakepo.blogspot.com - Milan,Yamaha memanfaatkan EICMA, Milan, (7-10/11/2013) untuk mengenalkan MT-07, adik dari MT-09 yang juga dikenal FZ-09 dengan mesin lebih kecil, dua silinder dan ramping! Inilah versi lebih jinak untuk dipakai sehari-hari menghadapi lalu lintas kota besar yang padat.

Dengan mesin 689cc, dua silinder pararel dan berpendingin cairan, MT-07 tidak bisa dikategorikan sebagai "budget motorcycle". Tenaga yang dihasilkan 74 PS @9.000 rpm dan torsi 68 Nm@6.500 rpm, hanya pas untuk melibas jalanan kota. ”Crossplane crankshaft” diciptakan khusus untuk model ini agar bisa menghasilkan torsi besar pada putaran rendah.

Bobot dipangkas, tinggal hanya 178 kg termasuk oli dan bahan bakar penuh 14 liter. Bandingkan dengan MT-09 mencapai 187 kg. Inilah salah satu faktor yang membuat MT-07 sangat mudah dijinakkan untuk meliuk-liuk di tikungan, termasuk ”pembelajaran” bagi pemula.

Rangka berbentuk berlian terbuat dari baja kuat. Garpu depan, teleskopik dan belakang lengan-ayun dengan jarak maksimum memendek menjadio 130 mm. Rem cakram ganda di dana tunggal di belakang, dioperasikan secara hidraulis. Kedua ban tubeless 120/70 ZR 17M/C(58W) depan dan 180/55 ZR 17M/C(73W). ABS ditawarkan sebagai opsional dan menambah bobot 2,2 kg.

Ketinggian jok 805 mm dan ground clearance 140 mm dianggap ideal untuk segala permukaan jalan di kota. Penampilan secara keseluruhan sangat atleti dan makin keren dengan desain tangki bensin yang ramping dan sporty  bila dilihat dari belakang. Untuk ini, Yamaha menawarkan 5 pilihan warna! 
Sumber: EICMA, RideApart, Motorcycle

Jangan Termakan Iklan Susu Tinggi Kalsium

Katakepo.blogspot.com - Jika berpikir tentang osteoporosis, kita akan ingat tulang keropos. Jika tulang keropos, kita tahu bahwa tulang menjadi mudah patah. Hanya dengan terpeleset atau terbentur sedikit saja sudah menyebabkan tulang yang keropos tersebut patah.

Mencegah tulang keropos harus dengan meminum susu berkalsium tinggi. Ini yang menjadi bagian dari promosi susu kalsium. Tetapi, info yang beredar di masyarakat kadang-kadang menjadi kebablasan. Pasien saya, yang tulangnya sudah keropos, beranggapan, dengan minum susu kalsium, keroposnya segera membaik.
Padahal, jika sudah terjadi tulang keropos, perlu obat-obat lain selain meminum susu berkalsium. Selain itu, banyak juga pasien yang mengalami masalah sendi, misalnya pengapuran tulang karena sendi yang aus (osteoartritis/OA), beranggapan bahwa minum susu kalsium jadi solusi.

Info ini penting diketahui sehingga masyarakat jangan mudah termakan info yang meluas bahwa masalah sendi atau tulang hanya bisa diatasi dengan minum susu kalsium. Berlebihan dalam mengonsumsi kalsium juga bukan tanpa efek samping. Yang bisa terjadi adalah sembelit dan jika kalsium sudah menyebabkan kadar kalsium darah tinggi, itu dapat menyebabkan pembentukan batu ginjal.

Tulang mengalami keropos tidak terjadi sekonyong-konyong, proses keropos tulang memerlukan waktu. Seseorang yang mengalami keropos tulang mengalami kondisi tersebut karena terpapar dengan kondisi yang tidak sehat dalam waktu panjang.
Memang ada beberapa faktor risiko yang tidak bisa diubah untuk terjadinya keropos tulang, antara lain, jenis kelamin wanita (wanita lebih berisiko dari pria), umur (semakin tua semakin risiko mengalami keropos tulang), ras (wanita asia lebih risiko dari ras lain), dan faktor keturunan.
Faktor risiko lain yang sebenarnya bisa dihindari adalah penggunaan kortikosteroid jangka panjang. Saya melihat obat kortikosteroid sering digunakan oleh tukang obat atau terkadang dokter untuk mengobati pasien-pasien yang mengalami masalah nyeri sendi. Mungkin bisa saja nyerinya berkurang, tetapi pasien akhirnya berisiko mengalami tulang keropos pada kemudian hari.

Risiko utama dan yang paling mudah adalah menghindari konsumsi kalsium yang rendah. Konsumsi kalsium rendah sejak muda akan menyebabkan kepadatan tulang berkurang, selanjutnya menjadi keropos, dan mudah patah pada kemudian hari. Hal ini yang harus diingat oleh masyarakat, terutama pada wanita.
Solusinya harus rutin mengonsumsi produk-produk yang mengandung kalsium sejak usia muda. Susu memang sumber utama kalsium, tetapi bukan satu-satunya sumber kalsium. Makanan lain yang mengandung kalsium tinggi adalah sayur-sayuran, seperti bayam, kacang-kacangan, yogurt, ikan, keju, dan produk olohan susu yang lain. Jadi, susu bukan satu-satunya sumber kalsium.

Selain faktor makanan, beberapa gaya hidup yang bisa menyebabkan terjadinya tulang keropos adalah rokok dan mengonsumsi alkohol serta kurang gerak atau sehari-harinya lebih banyak duduk. Oleh karena itu, seseorang yang sudah didiagnosis kepadatan tulangnya kurang (osteopeni) atau bahkan sudah mengalami keropos, sebaiknya berhenti merokok dan mengonsumsi alkohol, dan sebaikn yatetap bergerak. Tetapi, itu tentu dengan bergerak hati-hati dan menghindari jatuh. Kalsium dan vitamin D rutin diberikan kepada pasien dengan osteopeni atau osteporosis. Selain kedua vitamin dan mineral ini, perlu obat-obat lain yang diberikan untuk pasien dengan tulang keropos, antara lain bifosponat. Bahkan, pada kelompok pasien, diberikan hormon.

Penyakit OA ini beda dengan penyakit tulang keropos dan mengobatinya juga beda. Salah besar kalau ada informasi bahwa susu kalsium juga efektif mengatasi atau mencegah sendi mengalami pengapuran tersebut.
Pengapuran pada pasien tulang sering terjadi pada lutut. Orang yang mengalami pengapuran tulang susah berjalan dan timbul rasa nyeri pada lututnya jika digerakkan, misalnya dari jongkok berdiri atau dari duduk berdiri. Orang-orang dengan OA lutut sering memilih untuk shalat dengan cara duduk.

OA terjadi karena faktor umur dan keausan sendi. Sendi merupakan tempat penyanggah tulang, jika mengalami kerusakan akan menimbulkan nyeri. Jika kerusakan berlanjut, bisa saja terjadi pertumbuhan tulang pada ujung tulang tersebut berupa pengapuran pada sendi tersebut.
Beberapa risiko terjadinya OA adalah umur dan kegemukan yang membuat beban sendi bertambah berat untuk menyanggah tulang sehingga sendi mudah aus. Penggunaan sendi tertentu secara berulang-ulang juga berisiko untuk terjadinya kerusakan sendi, misalnya melakukan gerakan-gerakan berulang secara terus-menerus, misalnya pemain basket atau pemain bola.
Prinsip mengatasi OA adalah mengurungi kondisi yang memperberat OA, seperti penurunan berat badan, mengurangi aktivitas sendi yang sedang sakit, serta memperkuat otot yang menyanggah sendi yang sakit. Obat-obat terutama untuk menghilangkan sakit dan obat-obatan yang berperan sebagai pelumas. Pada kasus OA yang berat bisa saja sendi diganti dengan sendi protesa seperti bisa dilakukan pada sendi lutut. Mengkonsumsi kalsium tidak bisa mencegah terjadinya OA.

Mudah-mudahan informasi ini dapat memberikan gambaran bagaimana membedakan apa yang disebut tulang keropos atau apa yang disebut pengapuran tulang sehingga kita lebih bijaksana untuk mendapatkan informasi mengenai anjuran mengonsumsi susu berkalsium tinggi.

Sumber :
www.kompasiana.com

Menjawab Mitos Seputar Warna Desain

Katakepo.blogspot.com - Mendesain interior pada sebuah ruangan bukanlah ilmu pasti. Meski ada perhitungan untuk mengukur komposisi dan jarak yang nyaman, namun kegiatan mendesain sangat mengandalkan selera dan pengalaman.

Toh, dalam mendesain, kita tentu sering mendengar "peraturan-peraturan" seperti jangan menggunakan terlalu banyak warna atau justru jangan menggunakan terlalu banyak warna krem untuk menghindarkan kesan membosankan. Benarkah peraturan ini harus diaplikasikan dalam mendesain?

Kontributor Freshome.com Ronique Gibson mengungkapkan beberapa mitos yang sudah "telanjur" beredar di masyarakat seputar kegiatan mendesain. Mitos pertama adalah Anda perlu mengecat plafon dengan warna putih untuk "membuka" ruangan dan membuatnya terasa luas.

Menurut Gibson, putih memang mampu merefleksikan cahaya lebih baik dari warna lain dalam spektrum warna. Namun, tidak berarti Anda hanya boleh menggunakan warna putih untuk plafon Anda. Kenyataannya, menggunakan warna lain selain warna putih pada plafon Anda mampu "menarik" mata ke atas dan membuat ruangan terasa dan tampak lebih besar.

Mitos kedua dalam mendesain adalah jika Anda menggunakan warna gelap dalam satu ruangan, ruangan tersebut akan terasa sendu. Gibson mengingatkan Anda bahwa "aturan" warna berdasarkan pada pencahayaan dan seberapa banyak cahaya alami dapat masuk ke ruangan tersebut.

Memang, warna-warna gelap, ketika digunakan di ruangan berukuran kecil, dengan sedikit sekali cahaya alami dapat membuat "efek goa". Untuk mengoreksi hal ini, cobalah menggunakan warna gelap hanya pada ruangan yang memiliki banyak jendela. Selain itu, gunakan warna-warna yang lebih terang pada lis ruangan, furnitur, dan material lantai untuk mengimbangi warna gelap pada dinding.

Mitos ketiga adalah menggunakan warna pastel mampu membuat ruangan Anda tampak feminin. Padahal, warna pastel bisa menjadi pelengkap ideal bagi warna-warna yang lebih tua. Cara ini mampu menciptakan ruangan yang luar biasa. Gunakan warna pastel kesukaan Anda pada beberapa furnitur kunci dalam ruangan tersebut. Kemudian, gunakan nuansa warna lebih tua dari warna yang sudah Anda pilih tersebut untuk bagian lain dalam ruangan.

Mitos keempat justru sebaliknya. Kini, kita membicarakan warna putih yang katanya mampu membuat ruangan terasa lebih luas. Selain lebih luas, penggunaan warna putih di dapur disinyalir membuat dapur tersebut membosankan. Padahal, warna putih tetap mampu membuat dapur tampak menarik.

Anda bisa menggunakan beberapa "lapis" nuansa warna putih di ruang tersebut. Misalnya, gunakan juga warna krem, untuk beberapa bagian dinding. Selain itu, lengkapi juga dapur dengan lantai kayu, peralatan besi nirkarat (stainless steel) dan bahan-bahan nyaman untuk kursi di daerah dapur Anda.

Mitos kelima, setiap ruangan di dalam rumah Anda harus memiliki warna berbeda. Hati-hati, mitos ini mampu membuat rumah Anda seperti sirkus. Sebenarnya, tidak perlu sedramatis ini dalam memilih warna untuk masing-masing ruang dalam rumah Anda. Jika mungkin, gunakan warna-warna berbeda, tetapi tetap dalam satu nuansa yang sama agar rumah Anda terasa mengalir.


Cobalah membuka diri Anda pada saran dari para ahli dekor. Namun, sebagai pemilik rumah, Anda juga punya suara. Setiap tips dan "aturan" tentu berangkat dari pengalaman. Cari alasan di balik "aturan-aturan" sebelum Anda dengan pasif patuh pada aturan tersebut.

Selamat mendekor!
Sumber :
www.freshome.com

Inikah Kota Paling Berwarna di Dunia?

Katakepo.blogspot.com - Siapa yang tak terpesona dengan warna-warna indah, termasuk warna yang dilukis pada bangunan? Beberapa kota di dunia dinobatkan menjadi kota paling berwarna.

Selain desain bangunan yang unik pada kota, warna cerah yang membalut bangunan pun terlihat cantik menyegarkan mata. Beberapa kota berwarna yang ada kini semakin banyak menjadi incaran liburan wisatawan.

Seperti dilansir Huffington Post, daftar kota berwarna tersebut kebanyakan berasal dari daratan Eropa. Mungkin saja kota-kota cerah ini bisa menginspirasi salah satu kota di Indonesia untuk membuat hal serupa. Tujuannya, apalagi kalau bukan untuk destinasi wisata.

Arcos de la Frontera, Spanyol

Daerah yang berada di wilayah Andalusia ini memiliki desa dengan julukan "white village". Desa yang berada di atas perbukitan itu memiliki monumen bersejarah yang ada sejak abad ke-15.

Juzcar, Spanyol

Tahu dengan film animasi "Smurf" pada sekitar tahun 2011? Seperti itulah kota yang berada di selatan Spanyol itu. Rumah-rumah bercat biru, layaknya tempat tinggal Smurf.

Setelah mengubah diri seperti hunian Smurf, wisatawan yang datang ke kota ini semakin meningkat. Penduduk pun mulai hidup melalui sektor pariwisata. Mereka mempertahankan warna biru yang makin banyak mendatangkan wisatawan.


SHUTTERSTOCK Juzcar, Spanyol
Longyearbyen, Norwegia

Suhu udara di kota ini cukup dingin. Maka penduduk pun memilih untuk tinggal dalam rumah-rumah yang terbuat dari kayu. Kreativitas lain diberikan penduduk dengan mengecat rumah kayu mereka dengan warna-warni.

Pelourinho, Salvador, Brasil

Pelourinho adalah kota pusat sejarah di Brasil. Kota yang masih menyimpan arsitektur bangunan asli masa lalu itu ditetapkan menjadi situs warisan dunia oleh UNESCO.

Wroclaw, Polandia

Kota Wroclaw mungkin tak begitu banyak diketahui di antara kota lainnya di Polandia. Padahal kota ini adalah kota keempat terbesar di Polandia. Bangunan pada kota memiliki arsitektur bangunan gotik. Kehidupan malam dan pasar terbesar di Eropa pun bisa dijumpai di sini.

Gamla Stan, Stockholm, Swedia

Kota tua Stockholm adalah kota favorit untuk turis. Jalan-jalan berbatu, kafe, dan Royal Palace. Bangunan-bangunan di sekeliling kota pun sangat berwarna.
Sumber : The Huffington Post

Mengapa Rambut Anak Tak Boleh Diwarnai?

Katakepo.blogspot.com - Mewarnai rambut atau sekadar memberi highlight memang dapat mengubah penampilan rambut kusam jadi lebih indah. Pilihan warna yang semakin beragam juga membuat penggemar rambut berwarna semakin luas. Tetapi jika anak-anak dan remaja juga ingin mencoba tren ini sebaiknya tunda dulu.

Rambut anak-anak pada umumnya lebih halus dibanding rambut orang dewasa sehingga rambut mereka lebih rentan rusak akibat zat kimia dan faktor lingkungan.

Menurut Kendall Ong, ahli rambut, faktor hormonal berperan penting pada kondisi rambut dan kulit anak.

"Setelah mencapai pubertas baru rambut menjadi matang dan sampai pada kondisi rambut orang dewasa pada umumnya. Rambut yang lurus mungkin akan menjadi lebih ikal, sementara rambut yang tadinya ikal menjadi lurus. Setelah pubertas warna rambut, ketebalan, serta kondisi rambut mungkin berubah," katanya.

Senada dengan Ong, menurut Bonnie Harmon, warna rambut, ketebalan, dan lurus atau ikalnya rambut akan mengalami perubahan mulai dari kelahiran sampai pubertas.

Karena itulah melakukan tindakan pewarnaan atau tindakan lain yang menggunakan zat kimia pada rambut anak yang belum mencapai usia puber tidak disarankan.

"Sebelum pubertas rambut anak biasanya lebih tebal dan lebih rapuh sehingga gampang rusak, bahkan oleh formula pewarna rambut yang lembut," kata Harmon.

Bukan hanya itu kulit kepala juga rentan pada kerusakan. "Kulit kepala anak biasanya lebih lembut, sensitif, dan gampang mengalami reaksi alergi. Padahal reaksi alergi ini bisa menyebabkan borok di kulit, rambut rontok, bengkak, gatal, bahkan gangguan pernapasan," paparnya.

Ong menyarankan agar orangtua menunda sampai anak berusia remaja sebelum menggunakan pewarna rambut untuk anaknya. "Warna rambut permanen atau highlight mengandung amonia dan hidrogen peroksida yang bisa merusak rambut," katanya.

Pada anak berusia kurang dari 16 tahun, warna rambut dapat dengan mudah meresap melalui kulit kepala ke aliran darah. "Memang tidak ada penelitian yang menyebutkan bahayanya, tapi lebih baik berhati-hati," kata Frank Friscioni, penata rambut.

Untuk memuaskan rasa ingin tahu anak yang mulai beranjak besar terhadap pewarnaan rambut, Ong menyarankan untuk menggunakan cat rambut semipermanen untuk memberi highlight rambut.

Cat rambut semipermanen pada umumnya memiliki kadar amonia lebih sedikit. "Cat rambut semipermanen yang akan langsung hilang setelah keramas secara umum aman untuk setiap jenis rambut," katanya.


Sumber :
She Knows