Tuesday, March 24, 2015

7 Tips "Nge-charge" Smartphone yang Benar

Katakepo.blogspot.com - Fakta bahwa baterai adalah elemen inti dari smartphone tak bisa dielak. Tanpa baterai yang kokoh, smartphone tak bakal bisa berfungsi sebagaimana mestinya. Untuk itu, pengguna harus tepat dalam merawat baterainya agar lebih tahan lama.

Selama ini, beberapa tips yang sering dikemukakan untuk memberi umur panjang pada baterai terhitung menyulitkan. Misalnya, harus mematikan fitur-fitur tertentu, tak mengunduh aplikasi-aplikasi tertentu, dan hal-hal lainnya yang bisa mengkerdilkan fungsi smartphone.

Nah, berikut ada tujuh tips jitu dan sederhana bagi pengguna smartphone untuk memanjangkan umur baterainya.

Pertama, isi daya beberapa kali dalam beberapa tahapan.

Seperti dalam kehidupan nyata, lebih baik berlari sprint dalam beberapa sesi daripada lari marathon dalam satu sesi. Untuk menjaga sel baterai agar tak "muak" dengan pengisian, sebaiknya pengisian dilakukan dalam beberapa tahapan. Misalnya dari 30 persen sampai 60 persen atau dari 45 persen ke 79 persen.

Kedua, hindari baterai benar-benar kosong.

Kondisi ekstrim berbahaya bagi kesehatan baterai smartphone. Mengisi daya penuh dalam waktu lama tak baik. Namun, membiarkan baterai benar-benar kosong lebih tak baik lagi. Jika sering seperti ini, maka ketahanan baterai akan perlahan menurun.

Ketiga, ingat! kondisi baterai paling baik saat 40 persen.

Pada presentase tersebut kondisi baterai seimbang. Tak terlalu penuh, tak juga kosong. Pada situasi ini, jangan menekan sel baterai dengan pengisian daya. Lebih baik smartphone digunakan hingga persentase baterai menurun pelan-pelan. Setelahnya, sebelum menuju kosong, barulah isi daya.

Keempat, jangan tempatkan baterai di suhu panas.

Baterai bakal kehilangan 80 persen ketahanannya jika pengguna menempatkannya pada temperatur 60 derajat selama setahun. Pada suhu normal (25 derajat), ketahanan baterai tiap tahunnya juga bakal berkurang secara alamiah sebanyak 20 persen.

Kelima, jangan pula tempatkan baterai di suhu dingin.

Jika ingin menyimpan baterai, pastikan tak di tempat dengan suhu dingin, seperti kulkas. Dampak negatifnya akan sama dengan kemungkinan jika baterai disematkan pada tempat bersuhu panas.

Keenam, jangan biarkan baterai kosong dalam waktu lama.

Jika baterai benar-benar dalam keadaan kosong, sel baterai akan "tidur". Jika tak cepat-cepat "dibangunkan", kemungkinan terburuknya sel tersebut bakal kehilangan kemampuan untuk menyerap daya dari alat pengisian. Maka, saat kapasitas baterai menunjukkan 40 persen, pengguna sudah harus siap-siap melakukan pengisian ulang.

Ketujuh, jangan pernah berharap baterai bisa hidup selamanya.

Manusia saja hidup hanya sementara, apalagi baterai smartphone. Faktanya, setiap tahun ketahanan baterai bakal semakin menurun. Walau pengguna telah merawat baterai dengan benar, setiap baterai punya umur.

Untuk itu, jangan sedih. Bersedialah membeli baterai baru demi kesehatan smartphone. Tips yang telah dipaparkan hanya mampu memanjangkan umur baterai, bukan membuatnya abadi.

Sekian beberapa kiat sederhana supaya pengguna smartphone tak kehabisan duit gonta-ganti baterai. Selamat mencoba!

Cabuli 10 Anak, Guru Agama Ditangkap Polisi

Katakepo.blogspot.com - Pekanbaru, Kepolisian Resor Kota Pekanbaru, Riau, menangkap Sn (40) karena diduga melakukan pencabulan terhadap 10 anak laki-laki di tempat tinggalnya. Sn ditangkap di rumahnya di Jalan Giam Kelurahan Kampung Baru, Kecamatan Senapelan, Pekanbaru.

"Kita masih melakukan pemeriksaan terhadap terlapor," kata Kasatreskrim Polresta Pekanbaru, Kompol Hariwiyawan Harun kepada wartawan di Pekanbaru, Senin (23/3/2015) kemarin.

Hariwiyawan mengatakan, SN diduga melakukan pelecehan terhadap anak yang rata-rata berusia di bawah 10 tahun itu. Kasus ini berawal dari laporan seorang warga kepada orangtua salah satu korban. Kemudian setelah didalami, ternyata terdapat sembilan anak lainnya yang diduga mengalami pelecehan seksual yang sama.

Polisi pun akhirnya mengamankan Sn, demi mencegah amukan warga yang saat itu sudah ramai mendatangi rumah pria yang berprofesi sebagai guru agama itu.

Selanjutnya, demi memperkuat bukti adanya pelecehan seksual dan untuk melengkapi berkas penyidikan, polisi meminta kepada korban untuk melakukan visum di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Riau.

Berdasarkan hasil penyidikan sementara, Sn mengaku telah melakukan aksinya tersebut sejak 2013 lalu. Perlakuan asusila terhadap anak-anak itu terjadi di sebuah tempat ibadah yang digunakan untuk memberikan pelajaran agama kepada anak-anak didiknya.

Juga terungkap bahwa Sn adalah residivis kasus yang sama. "Ternyata setelah didalami, Sn merupakan residivis kasus yang sama dan ditahan di Bengkalis. Sn bebas pada 2011 silam," ujar Hariwiyawan.

Kepada penyidik, Sn mengaku pada saat umurnya 14 tahun, dia juga menjadi korban pencabulan.

Wajah Baru Virus Dengue, Yang Ganas Makin Mendominasi

Katakepo.blogspot.com - Sebanyak 641 orang meninggal akibat serangan virus dengue sepanjang tahun 2014. Sementara ilmuwan terus bertarung untuk mendapatkan vaksin serta dokter berjuang menyelamatkan pasien, wajah populasi virus dengue berubah, yang mendominasi adalah yang lebih ganas.

Benediktus Yohan, peneliti di Laboratorium Dengue Lembaga Eijkman mengungkapkan, salah satu perubahan dijumpai dalam hasil risetnya di wilayah Makassar.

Virus dengue terbagi jadi 4 serotipe, yaitu DENV-1, DENV-2, DENV-3, dan DENV-4. Setiap serotipe bisa memiliki beberapa jenis genotif atau subtipe. Serotipe dan genotif yang mendominasi di tiap daerah berbeda-beda.

Di Makassar, semula jenis virus dengue yang mendominasi adalah serotipe DENV-1 dan genotif 4. Namun, saat ini mulai berubah.

Yohan dan rekannya melakukan penelitian pada 455 pasien, sebanyak 27,2 secara molekuler terkonfirmasi menderita dengue. Analisis genetik dilakukan untuk mengetahui jenis virus dengue yang menyerang.

Hasil penelitian menunjukkan perubahan virus yang mendominasi. "Genotif 1 mengalahkan genotif 4," katanya.

"Kami berhasil mengonfirmasi secara in vitro bahwa satu genotif lebih fit dibanding yang lain," imbuhnya kepada Kompas.com di sela seminar Dengue and Other Emerging Viruses: Confronting the Threats with New Technologies di Jakarta, Senin (23/3/2015).

Genotif 1, menurut Yohan, tumbuh lebih cepat sehingga lebih virulen, lebih ganas. Dominasi virus dengue genotif itu patut diwaspadai.

Secara terpisah, Ketua Institute for Tropical Disease di Universitas Airlangga mengatakan bahwa perubahan dominasi virus dengue yang beredar juga dijumpai dalam risetnya di Surabaya.

"Di Surabaya semula (sejak tahun 1989 hingga Mei 2010) yang ganas DENV-2. Tapi sejak Juni 2010 yang ganas di Surabaya DENV1 subtipe 4," katanya.

Riset Atsushi Yamanaka, Kris C Mulyatno dan peneliti lain dari Institut for Tropical Disease di Universitas Airlangga yang dipublikasikan di jurnal PLOS ONE pada 7 November 2011 juga mengungkap bahwa genotif 1 mendominasi, mengalahkan genotif 4.

Nasron mengungkapkan, perubahan itu harus diwaspadai oleh para dokter. "Kalau diketahui yang mendominasi genotif 1, dokter harus lebih waspada."

Selain itu, Nasron mengungkapkan perlunya surveillance di wilayah Indonesia secara berkala sehingga perubahan pada salah satu virus penyebab kematian terbesar di Tanah Air itu bisa diketahui.

Yohan mengatakan, meski kasus dengue banyak terjadi di Indonesia, risetnya masih minim. "Kita belum punya data lengkap. Kasus dengue di Indonesia Timur dan Kalimantan, data masih sedkit," katanya.

Surveillance, kata Yohan, penting untuk pengembangan sistem peringatan dini terhadap penyakit.

"Kita bisa tahu jenis yang sedang berkembang dan bahkan bisa memprediksi epidemi," ungkap Yohan. Negara-negara Amerika Latin yang juga berada di wilayah tropis sudah melakukannya.

Monday, March 23, 2015

India punya saingan Coca Cola yang terbuat dari campuran urine sapi

Katakepo.blogspot.com - Sapi merupakan hewan yang dianggap keramat di India. Hewan ini sangat dilindungi dan dianggap bisa mendatangkan berkah. Dan tampaknya, kotoran hewan ini pun diyakini bisa membawa berkah. Karena itulah sebuah organisasi di India sengaja memproduksi minuman yang terbuat dari campuran air kencing sapi.

Kanpur Gaushala Society (KGS)) menciptakan minuman kesehatan yang mengandung 'berkah' si hewan suci. Minuman dengan merek Goloka Pay ini mengandung rempah-rempah India seperti tulsi, brahmi, dan shankhpushpi. Selain itu di dalamnya ditambahkan ekstrak kencing sapi 5%.

Ide untuk membuat minuman ini muncul ketika seorang pria bernama Baba Ramdev mengecam Coca Cola dan Pepsi, dua merek minuman ringan yang merajai pasar di India.

"Sejak itulah kami mulai membuat minuman ini sebagai alternatif yang lebih sehat," ujar P.L. Toshniwal, sekretaris umum KGS.

Dilaporkan situs Outlook India, minuman ini telah dipasarkan sejak tahun 2009 lalu. Dan ternyata penjualannya cukup bagus.

Seenak apa Goloka Pay ini? Menurut situs Weird Asia News, rasa dan aromanya sama sekali tidak seperti urine. Minuman ini bahkan punya dua varian rasa yang terdengar cukup menjanjikan, yaitu jeruk dan lemon. Anda juga tertarik mencicipinya?

Pagi sekolah, malam jadi lonte

Katakepo.blogspot.com - Hari sudah berganti dalam hitungan detik ketika jarum jam sedikit lagi menunjukkan pukul satu dini hari pada Jumat pekan kemarin. Y, nama inisial seorang pelacur belia mulai terlihat mabuk usai menenggak tiga botol bir hitam dicampur minuman berstamina.

Kepalanya geleng-geleng ketika lagu house musik dangdut "Bapak Mana" dinyanyikan Trio Ubur-Ubur itu diputar. Seraya mengepulkan asap rokok, dia segera minta diajak ngamar lantaran N ingin cepat pulang ke rumah karena besok pagi mau sekolah.

"Ayo Aa, mau jadinya gimana atuh, keburu ngantuk" katanya dengan centil saat merayu merdeka.com di rumah prostitusi Desa Saradan, Kabupaten Subang, Jawa Barat.

Y mengaku sejak kelas satu sekolah menengah pertama sudah mengenal minuman keras. Begitu juga sebagian besar teman sekolahnya melakukan hal serupa. Pergaulan bebas dan minuman keras jadi hal lumrah. "Semuanya suka minum juga, enggak yang cewek apalagi yang cowok," ujarnya.

Cikal bakal menjadi pemuas syahwat mulai tumbuh lambat laun tatkala Y tergiur dengan salah satu temannya yang gampang mendatangkan fulus. Kerabat satu sekolahnya itu kerap gonta ganti telepon seluler keluaran terbaru. Namun dari hasil tidur dengan lelaki, Y memilih duitnya ditabung untuk membuat rumah.

"Males beli-beli gitu, mending uangnya ditabung bikin rumah," katanya.

Wanita berambut panjang itu tak mau mengingat kapan kegadisannya telah hilang. Namun keperawanannya saat itu dibayar Rp 5 juta. Bukan hanya Y yang menjadi pelacur, namun puluhan temannya juga berprofesi sebagai pemuas nafsu. Pagi ke sekolah, siang hari usai sekolah mereka mulai beroperasi menunggu panggilan mucikari untuk melayani lelaki pemburu syahwat.

"Kalau minum (alkohol) hampir semua, ada 20 anak mah ada yang berprofesi sama," katanya polos. Namun Y enggan menyebut nama sekolahnya di Desa Saradan. Dia mengaku tak mau ambil pusing dengan segala cibiran datang dari berbagai pihak. Mulai dari lingkungan kediamannya sampai lingkungan sekolahnya.

Meski sudah tidur dengan pria berumur, namun Y masih tetap terlihat seperti kekanakan. Hanya dandanannya saja yang menor. Saking tergiurnya dengan fulus masuk dalam sakunya, Y berniat tidak melanjutkan sekolahnya. Rencananya setelah selesai, dia mengaku sudah merasa nyaman dengan hidupnya kini.

"Buat apa, sekolah lagi Pak Jokowi aja sudah ada," katanya sambil tertawa genit.