Wednesday, October 9, 2013

Ulama dan jawara Banten pun tunduk pada Dinasti Atut

Katakepo.blogspot.com - Gubernur Banten, Ratu Atut Chosiyah, disebut-sebut hanya sebagai pemimpin simbolis di Banten. Penguasa Banten yang sesungguhnya adalah TB H Chasan Sochib yang tak lain adalah ayah dari Ratu Atut.

Chasan Sochib sendiri sudah meninggal dunia, hari Kamis 30 Juni 2011 lalu di Rumah Sakit Sari Asih, Serang. Meski demikian, Chasan telah meninggalkan 'fondasi' yang kuat kepada anak-anaknya sehingga tetap mampu menguasai Banten hingga saat ini. Lalu mengapa Dinasti Atut begitu kuat bercokol di Banten?

Menurut pengamat politik dari Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) Serang, Banten, Gandung Ismanto, Atut dan keluarganya masih bercokol kuat karena didukung dua patronase penting di Banten. Ulama dan jawara.

Ulama dan jawara selama ini tidak bisa dipisahkan dari hegemoni Ratu Atut. Untuk melanggengkan dan memperluas kekuasaannya, Ratu Atut dan keluarganya merangkul kedua unsur tersebut.

"Mereka punya hubungan kuat dengan jawara dan ulama, padahal itu adalah patronase bagi masyarakat Banten," ujar Gandung Ismanto dalam perbincangan dengan merdeka.com, Rabu (9/10).

Menurut Gandung, ulama dan kaum menengah di Banten yang kritis dibungkam secara halus. Setumpuk fasilitas diberikan kepada mereka.

"Kelas menengah disuguhi fasilitas, ulama diberi umroh gratis, haji gratis dan itu sampai ke ulama-ulama di kampung-kampung, akademisi juga diberi fasilitas dan faktanya itu berhasil," terangnya.

Ketika masih hidup, Haji Chasan pernah membentuk Persatuan Pendekar Persilatan dan Seni Budaya Banten (PPPSBB). Kini organisasi ini telah bertransformasi menjadi para pengusaha. Anggota PPPSBB kini menjadi anggota Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Banten.

"Kini jawara Banten bertransformasi, sekarang organisasi PPPSBB masih ada, tetapi para jawara itu jadi anggota Kadin Banten. Nah kadin Banten ini kan yang menggarap semua proyek yang ada di Banten. Semua proyek di Banten ya dipegang oleh Kadin Banten," terangnya.

"Jadi dua patronase kuat di masyarakat Banten, yakni ulama dan jawara telah dipegang oleh Ratu Atut. Dan inilah yang membuat mereka kuat di Banten," terangnya.

Meski demikian, kini suara-suara parau yang meminta korupsi Ratu Atut dibongkar sudah mulai bermunculan. Menurutnya, suara-suara itu sudah menggeliat di akar rumput Banten karena kasus tertangkapnya adik Ratu Atut, Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan.

"Di tingkat masyarakat paling kecil mereka paling hanya sebatas mengobrolkan hal ini, di tingkat masyarakat menengah sudah mulai ada demo," terangnya.

5 Makanan sehat penangkal penuaan kulit

Katakepo.blogspot.com - Setiap orang pasti akan mengalami penuaan dalam hidupnya karena itu adalah sebuah siklus. Namun banyak orang yang takut akan penuaan karena efek sampingnya seperti kulit keriput dan noda di kulit.

Di bawah ini adalah makanan sehat yang dapat mengurangi efek samping dari penuaan. Semuanya dilansir dari foxnews.com

Buah beri, ceri, dan delima
Ketiga buah ini kaya akan antioksidan serta dapat merangsang produksi kolagen dalam tubuh sehingga mencegah keriput di kulit. Selain itu vitamin C yang terkandung di dalamnya akan menghindarkan kulit dari kekeringan.

Buah zaitun dan minyak zaitun
Selama ini kita mendengar bahwa buah zaitun baik untuk kesehatan jantung. Namun ternyata buah dan minyak zaitun juga kaya akan vitamin E dan zat antioksidan yang melindungi tubuh dari radikal bebas yang dapat menyebabkan penuaan.

Wortel
Vitamin A yang dihasilkan dari wortel akan merangsang pertumbuhan sel sehat yang baik bagi kulit, membantu mencegah kulit kering dan bersisik, serta mengurangi garis halus dan kerutan.

Tomat
Tomat kaya akan lycopene yang dapat membantu meningkatkan produksi kolagen, protein yang mempertahankan kesehatan struktur kulit. Penelitian juga menunjukkan bahwa tomat juga akan membantu mencegah kerusakan kulit akibat paparan sinar UV.

Ikan salmon
Ikan salmon mengandung lemak omega 3 yang membantu melembapkan kulit dan membuat kulit bercahaya.

Kita memang tidak bisa menghentikan proses penuaan karena itu berjalan sangat alami di dalam tubuh kita. Namun kabar baiknya kita dapat memperlambat dan mengurangi efek sampingnya dengan mengonsumsi makanan sehat tersebut.

4 Penyebab Tompel siram air keras ke penumpang bus 213

Katakepo.blogspot.com - Ridwan Nur alias Tompel begitu berani menyiram air keras ke bus PPD 213 jurusan Kampung Melayu-Grogol, sehingga melukai 13 orang. Aksi nekat Tompel itu sebenarnya disebabkan oleh berbagai faktor.

Pelajar kelas XII SMK I DKI atau biasa dikenal STM Boedoet itu kerap kali terlibat tawuran dengan pelajar lain. Selain itu, Tompel juga punya pengalaman buruk disiram air keras oleh pelajar lain.

Kejadian itu rupanya membekas di hati Tompel. Bekas luka di kepala atau pitak membuatnya menyimpan dendam kesumat. Ditambah lagi minimnya pengawasan dari keluarga membuat Tompel semakin menjadi.

Berikut beberapa penyebab Tompel berbuat aksi nekat:

1. Punya pitak di kepala

Aksi nekat RN (18) alias Tompel menyiram air keras rupanya bukan tanpa sebab. Tompel pernah disiram air keras enam bulan lalu yang menyebabkan luka di kepala dan lehernya.

"Ini dendam lama yang pernah dialami Tompel," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Rikwanto, di kantornya, selasa (8/10).

Rikwanto menjelaskan, enam bulan lalu Tompel pernah disiram air keras yang menyebabkan luka di bagian kepala dan lehernya. "Dalam situasi tertentu pernah disiram air keras sehingga ada pitak di kepalanya dan luka di leher. Kondisi ini membuatnya ingin membalas aksi tersebut," terang Rikwanto.

Dalam melancarkan aksi balas dendamnya, tutur Rikwanto, Tompel tidak sendirian. "Pagi harinya sekitar jam 06.00 WIB lebih, rekan Tompel yang berperan sebagai survei di lapangan melakukan survei terlebih dahulu. Bus dengan jurusan tertentu lalu ditumpangi anak sekolah tertentu," terang Rikwanto.

2. Keluarga rapuh buat Tompel frustasi

Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA), Arist Merdeka Sirait berpendapat, perbuatan RN (18) alias Tompel harus dilihat secara komprehensif. Menurut dia, tindakan tersebut bisa dimungkinkan karena Tompel berangkat dari keluarga yang kurang harmonis.

"Harus lihat latar belakang anaknya, karena dari keluarga rapuh, mengimplementasikan frustrasi beratnya yang disalurkan dari perbuatan-perbuatan yang dengan mencari masukan-masukan dari kawannya. Tapi justru mengarahkan ke arah yang salah, ini bentuk frustasi dari lingkungan keluarga, sosial, berasal dari keluarga, terus sekolah," ujar Arist saat dihubungi, Jakarta, Selasa (8/10).

Arist menjelaskan, kenakalan remaja yang biasa dilakukan secara umum yaitu menggunakan senjata tajam, kayu atau batu-batuan. Karena terkait juga dengan pengawasan, kenakalan remaja merambah dan mengakali dengan barang lain seperti soda api atau air keras

"Jadi orangtua lingkungan sosial harus menjadi benteng. Tapi ini harus dimengerti dari energi remaja, maka perlu ada kegiatan ekstrakulikuler atau kegiatan yang menyalurkan energi anak-anak," tandasnya.

3. Tompel doyan tawuran

RN (18) alias Tompel, ternyata sudah dua kali berurusan dengan polisi. Siswa kelas XII SMK 1, Budi Utomo, Jakarta Pusat, bahkan pernah mendekam di sel Polsek Matraman dan Polsek Taman Sari karena terlibat tawuran antarpelajar.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resort Metro Jakarta Timur, AKBP M Shaleh mengatakan, berdasarkan catatan kriminal yang dimiliki kepolisian, penahanan Tompel kala itu hanya beberapa hari dan kemudian dibebaskan karena statusnya masih di bawah umur.

"Kasus pertama tawuran ditahan di Mapolsek Matraman, yang kedua di Mapolsek Taman Sari karena membajak bus. Tidak sampai diproses lebih lanjut, tapi sempat menginap (ditahan)" kata Shaleh, saat dihubungi merdeka.com, Senin (7/10).

4. Didikan sesat senior

Tompel berani tawuran dan membajak bus karena diperintah oleh kakak kelasnya (senior). Nyali Tompel semakin menjadi ketika menjadi korban penyiram air keras. Sejak itu itu menyimpan dendam.

"Yang pertama kali tawuran di Matraman. Jadi ceritanya waktu itu disuruh sama senior untuk ikut tawuran karena saya masih kelas 1 waktu itu sama anak-anak semua di dalam bus. Belum sempat ngapa-ngapain, dirazia polisi, baru turun semua, langsung ditangkap. Saya tapi gak bawa apa-apaan," kata Tompel, yang mengenakan baju tahanan itu, Senin (7/10).

Saat naik ke kelas 2, Tompel kembali ditangkap polisi Taman Sari karena kasus pembajakan bus? di kawasan Kota, Jakarta Barat. Lagi-lagi Tompel mengaku melakukan hal itu karena disuruh oleh seniornya.

"Waktu kelas 2 saya diajakin sama anak kelas 3 ngebajak bis di Taman Sari, waktu itu katanya anak kelas 3 ada yang dipalak anak sekolah lain, katanya solidaritas, jadi harus ikut semua," ungkapnya.

Harga GOR mahal, penyebab tawuran pelajar marak di Jakarta

Katakepo.blogspot.com - Gubernur DKI Joko Widodo (Jokowi) mengakui penyebab maraknya tawuran di Jakarta sebab tempat penyaluran bakat pelajar seperti gelanggang olahraga (GOR) menjadi komersil. Jokowi menjelaskan, pelajar mencari pelampiasan dengan tawuran karena harga sewa GOR mahal.

"Bisa jadi (GOR), karena GOR kita ini banyak beralih fungsi. Benar banyak juga GOR sewanya mahal sekali. Tempat melampiaskan energi positifnya hilang," ujar dia di Balaikota, Jakarta, Rabu (9/10).

Jokowi mengatakan, GOR memang tak bisa digratiskan untuk pelajar tetapi dia ingin pengurus lebih bijak dan memberikan tarif semurah mungkin bagi pelajar. Terutama untuk pelajar DKI yang menyewa GOR tersebut.

"Semurah mungkin, GOR diberi gratis enggak bisa, tapi semurah-murahnya lah. Enggak tahu berapa persen dari yang sekarang. Mau saya itu, berapa sih dapat income dari sewa lapangan tenis," jelas Jokowi.

Sebelumnya, Jokowi berencana akan mengumpulkan para pelajar yang sering tawuran. Jokowi akan mendatangi langsung ke sekolah masing-masing. Apalagi baru saja ada kejadian pelajar menyiram air keras ke bus.

"Ya rencana (kumpulkan pelajar). Yang di Jatinegara sama yang di Galur. Saya mau ke sana," ujar Jokowi di kantor DPP PDIP, Jalan Lenteng Agung, Jakarta, Minggu (6/10).

Ahmad Dhani tidak kooperatif, Dul belum diperiksa polisi

Katakepo.blogspot.com - Penyidik Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya hingga kini belum juga mengambil keterangan dari tersangka tabrakan maut di Tol Jagorawi KM 8.200 yang menyeret putra bungsu musisi Ahmad Dhani, AQJ alias Dul (13). Pasalnya dari pihak keluarga, ingin Dul diperiksa jika kesehatannya sudah pulih.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Rikwanto menuturkan penyidik telah menjadwalkan pemeriksaan Dul pada tanggal 4 Oktober 2013 lalu. Namun, hal tersebut dibalas oleh Dhani dengan mengirimkan surat pernyataan bahwa Dul tidak bisa diperiksa pada hari itu.

"Kemudian dalam surat tersebut juga diberitahukan bahwa AQJ akan menjalani rawat jalan pada 9 Oktober 2013, yang mana jatuh pada hari ini," ujar Rikwanto di kantornya, rabu (9/10).

Namun, ditunggu hingga sore hari, lanjutnya, penyidik belum melihat adanya pergerakan dari pihak Dhani yang akan memboyong Dul ke Rumah Sakit Pondok Indah (RSPI), Jakarta Selatan tempat Dul dirawat.

"Namun sampai tadi siang dan sore ini dari pihak AQJ dan keluarga belum kelihatan pergerakan ke RSPI," terangnya.

Penyidik yang semula juga akan turut mendampingi jalannya pemeriksaan Dul di Rumah Sakit pun lantas menanyakan waktu tepatnya Dul akan menuju rumah sakit.

"Penyidik sudah konfirmasi namun belum ada jawaban," tegas Rikwanto.

"Belum ada konfirmasi lagi bahwa AQJ siap dilakukan pemeriksaan kesehatan. Konfirmasi belum ada dari keluarga dan penyidik tanya belum dijawab," tegas Rikwanto lagi.