Tuesday, November 5, 2013

Naik Delman Sudah Biasa, Kalau Deldom?


Katakepo.blogspot.com - Kalau melihat Delman yang ditarik oleh seekor kuda memang sudah tak asing lagi, tetapi Delman yang satu ini berbeda dengan Delman pada umumnya. Delman ini tidak ditarik oleh kuda, tetapi ditarik oleh seekor domba putih. Kendaraan unik ini diberi nama Delman Domba, yang disingkat menjadi Deldom.
Deldom dapat dijumpai di Alun - alun kota Bandung. Biasanya Deldom beroperasi mulai dari pagi sampai dengan sore hari.
Pemilik kendaraan unik ini bernama Idris. Ia sendiri lah yang membuat kendaraan unik ini untuk disewakan. Idris sendiri sudah satu tahun menyewakan Deldom di Alun - alun kota Bandung untuk mencari nafkah.
“Deldom ini tadinya cuma ada satu di Bandung yaitu di alun - alun, tapi sekarang sudah ada juga di daerah selain Alun - alun,” kata Idris.
Penyewa Deldom bervariasi mulai dari anak - anak sampai orang dewasa. Tetapi yang paling sering naik adalah anak - anak. Tarif naik Deldom Rp 5000 untuk satu kali putaran mengelilingi alun - alun. Deldom paling pesat disewa oleh pengunjung pada hari Minggu.
Bagi anda yang  penasaran ingin membawa anak - anak anda untuk naik Deldom, datang saja ke alun - alun kota Bandung. Anda juga bisa berfoto langsung dengan kendaraan unik yang satu ini.

Suara Keras Tak Cuma Rusak Pendengaran

Katakepo.blogspot.com - Mendengarkan musik dengan suara yang keras merupakan salah satu bentuk paparan dari polusi suara. Oleh karena itu, secara umum perhatian utama dari dampak negatif suara keras adalah pada telinga mereka.
Namun efek negatif tersebut mungkin tidak hanya bagi kesehatan telinga. Sebuah studi baru menemukan, efek kerusakan dari suara keras bahkan bisa menjalar pada bagian lain dari tubuh sehingga meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular dan gangguan tidur.
"Dalam kehidupan sehari-hari, suara keras tidak dapat dihindari dan ketersediaan tempat yang tenang sudah jarang. Itulah mengapa, kita harus lebih mengerti paparan suara tersebut terhadap kesehatan kita secara keseluruhan," ujar salah satu peneliti studi dr Mathias Basner, asisten profesor tidur dan kronobiologi di Perelman School of Medicine, University of Pennsylvania.
Suara keras, imbuhnya, dapat berasal dari banyak hal, seperti mendengarkan musik terlalu keras, suara klakson kendaraan, alarm, atau mesin. Tanpa sadar suara-suara tersebut dapat berpengaruh buruk bagi banyak bagian tubuh.
Tim peneliti menganalisis studi observasi dan ekperimental selama lima tahun. Mereka menemukan, paparan suara keras dapat menyebabkan dampak yang lebih luas dari sekedar masalah pendengaran, seperti misalnya gangguan tidur.
Dampak tersebut kemudian diketahui berkaitan pula dengan peningkatan risiko hipertensi, penyakit jantung iskemik, stroke, dan penurunan kemampuan kognitif pada anak-anak.
Sayangnya, hingga kini peneliti belum dapat menentukan batas kerasnya suara yang dinilai aman.
Dua studi di bulan Oktober menemukan, suara keras dari pesawat berdampak negatif bagi orang-orang yang tinggal di sekitaran bandara. Para peneliti menemukan risiko penyakit jantung peserta 10-20 persen lebih tinggi daripada orang yang tinggal jauh dari bandara.

Nyaris Tersambar Petir, Saya Waspada Sesudahnya

Katakepo.blogspot.com - Sore itu sekitar pukul 17.00-an. Saya berjalan kaki menelusuri Jalan Radio Dalam di bilangan Kebayoran Baru, Jakarta. Saya ingin ke layanan fotocopy “Snappy” yang berlokasi di dekat perempatan jalan itu. Sambil berjalan santai, saya menengok kanan-kiri menikmati pemandangan di sekitar jalan dengan deretan toko, butik, dan restoran baru yang menarik. Saya senang dengan suasana sore itu, karena udaranya sejuk dan agak berangin, setelah siang hari panas terik.
Saat saya akan melangkahkan kaki menuju arah toko Snappy, mendadak terdengar bunyi menggelegar yang sangat mengejutkan. Sekelebat saya melihat, dan bahkan hampir menabrak sebuah bulatan bola api yang kurang lebih dua kali ukuran bola voli besarnya. Jantung saya serasa berhenti berdetak, entah berapa lama. Saya terpana, mungkin ternganga, dan seluruh tubuh saya menggeletar. Yang jelas langkah saya terhenti dengan satu kaki terangkat di udara namun tidak bergerak.
Saya belum menyadari apa yang terjadi, sampai akhirnya saya menoleh ke sisi sebelah kiri saya, yaitu jalan raya dengan barisan kendaraan yang semua berhenti. Saya melihat wajah-wajah takjub pengendara mobil yang tampak dari kaca mobil mereka, juga ekspresi aneh para pengendara sepeda motor yang melewati jalan itu, semua mengarahkan perhatiannya ke arah saya. Saya masih bingung. Saya merasa agak malu, karena semua memandang ke arah saya berdiri.
Rupanya mereka bukan saja memerhatikan posisi saya berdiri, namun lebih tepatnya mereka mengamati peristiwa yang tak pernah saya bayangkan dan alami sebelumnya. Sekitar dua depa di depan saya, menjulang sejenis pohon trembesi yang rimbun. Saya baru menyadari bahwa bola api yang akan menghantam saya tadi melewati ruang di antara saya dan pohon itu. Oh ya, saat itu saya baru bisa mengamati dengan lebih jelas bahwa di jalan raya di sisi kiri saya itu, banyak suara gaduh karena alarm mobil yang berdengung ramai. Tempat itu mendadak gelap pekat, karena penerangan listrik di toko-toko dan warung-warung kecil di pinggir jalan itu juga sontak padam.
Suasana berubah drastis. Dari yang semula ramail lancar lalu lintasnya, terang benderang tokonya, menjadi sedikit mencekam. Tidak berselang lama, lalu lintas mulai bergerak kembali namun diiringi dengan rintik gerimis yang menetes satu-satu. Saya segera menepi ke arah toko di sebelah kanan saya. Ada beberapa pelayan toko yang “menonton” kejadian tadi. Mereka berhenti bekerja dan khusus menonton peristiwa di jalan.
“mBak, tidak apa-apa kan? Hati-hati, mBak kalau jalan di wilayah sini. Lagi banyak hujan petir, tapi baru kali ini saya melihat yang sedahsyat ini,” seorang pria menyapa saya yang masih pucat dan merasa lemas.
“Tadi bener ya, Mas, ada petir?” tanyaku ke si bapak yang masih memandangiku dengan wajah heran.
“Lho, tadi kan kilatnya persis mendekati pohon itu?! Saya lihat mBak juga menuju ke arah pohon itu, saya jadi bengong! Minum dulu, mBak?” Saya ditawari minum. Orang-orang di situ tersenyum, mendukung ide si bapak. Ada yang mengangsurkan bangku buat saya duduk di dalam toko itu.
“Terima kasih, semua. Saya harus cepat pulang. Saya ingin cari bajay saja, boleh minta tolong Mas?” pintaku.
Bajay cepat datang, karena di situ memang daerah kekuasaan bajay. Begitu duduk di bajay, kami melewati jalan-jalan kecil, termasuk sebuah lapangan kosong yang luas. Saya berdoa dalam hati untuk mengucap syukur kepada Tuhan karena telah dihindarkan dari musibah.
Saya berpikir, “Sepuluh menit yang lalu saya keluar dari rumah baik-baik saja, dan dengan insiden petir tadi, bisa-bisa detik ini juga saya sudah tamat sebagai warga di dunia yang fana ini. Batas antara hidup dan mati bagi manusia sungguh setipis rambut dibelah tujuh.”
Sementara itu raungan mesin bajay menambah ingar-bingar petang yang masih mencekam dengan gemuruh petir yang terus menggeledek. Saya duduk menciut, bersedekap dan menutupi badan dengan tas lebar. merenung di tengah bunyi petir yang masih membuat saya gemetaran, mendadak saya ingat tentang telepon genggam (HP) yang tadi saya simpan di kantung baju sebelah kanan. Refleks saya mengeluarkan handphone itu. Otak saya baru “nyambung”, mungkin HP di kantung baju ini yang membuat petir mengejar saya. Dengan cepat saya mematikan HP, dan memasukkannya kedalam tas.
Hujan semakin deras, dan itu membuat supir bajay semakin mempercepat laju kendaraannya. Bertudung tas, saya menghambur ke gerbang pagar depan rumah. Lega sekali rasanya.
Pengalaman tak terlupakan itu sudah sekitar lima tahun berselang. Sampai pada suatu hari, dua tahun yang lalu, adik saya memberi kabar bahwa sahabat saya SMA hari itu meninggal dunia karena terkena sambaran petir saat hujan-hujan mengendara dengan vespanya. Saya terhenyak kaget dan sedih. Sahabat ini tidak semujur diri saya. Mungkin Tuhan memanggilnya dengan cara itu. Saya sedih membayangkan anak-anak yang ditinggalkan almarhum.
Setahun ini, ada saja berita tentang korban tewas karena terkena petir. Ada yang sedang berteduh di bawah pohon, ada yang justru akan berteduh dari tengah sawah menuju pondok petani, ada yang terluka lebih dahulu karena menelpon di jalanan saat hujan, dan akhirnya jiwanya tak tertolong juga. Saya teringat foto seekor harimau yang tewas dengan pose berdiri kaku dengan lidah menjulur. Itu foto dari sebuah berita di Koran, tentang harimau di Taman Safari, Bogor yang hendak menyeberang jalan di sekitar semak-semak. Situasinya juga saat hujan rintik-rintik.
Saat musim hujan ini, khususnya di kawasan tempat tinggal hampir setiap hari hujan petir berbarengan dengan angin besar. Tahun lalu, modem internet broadband di rumah mati dan rusak total pas ada petir sangat besar. Berbarengan dengan itu banyak mobil tetangga yang alarm-nya bercuit-cuit, mungkin karena korsleting. Di ruang lain, adik saya sampai gemetaran karena mendadak HP yang dipakainya untuk mengetik SMS bergetar hebat. Mungkin itu juga ada hubungannya dengan aliran listrik yang berasal dari petir di luar, apalagi HP-nya memang sedang diisi baterainya (charging).
Belajar dari pengalaman dan referensi sana-sini, saya ingin mengingatkan kita semua tentang beberapa hal yang perlu diperhatikan, demi keamanan dalam situasi serupa, antara lain:
HP itu bisa menjadi penghantar listrik. Teve, Radio dan peralatan listrik lainnya juga. Maka hindari penggunaan alat-alat tersebut saat terjadi hujan petir. Cabut juga kabel peralatan itu, atau matikan. Ini juga termasuk AC.
Jangan berdiri di dekat jendela kaca. Tutup gorden jendela untuk lebih amannya. Petir dan angin yang sangat keras bisa memecahkan jendela kaca.
Sikap aman di luar ruangan yang perlu kita lakukan adalah:
Carilah tempat berlindung yang aman, misalnya dengan berteduhlah di bawah pohon-pohon yang tidak menjulang tinggi. Pohon tinggi paling rentan terkena sasaran petir.
Jika Anda sedang berenang atau melakukan kegiatan di laut, segeralah keluar dari air untuk mencari tempat berlindung yang aman di darat.
Pergilah ke tempat yang memiliki dataran cukup rendah, dan jauh dari pepohonan, tiang, dan juga benda-benda berlogam. Pastikan Anda memilih tempat yang juga dapat terhindar dari banjir.
Jangan berbaring atau bermain hujan dengan kaki telanjang. Ini mengundang resiko terkena hantaman petir.
Bila kita menjumpai orang yang tersambar petir, segeralah berikan bantuan. Jangan khawatir kalau korban sambaran petir itu akan membuat kita tersengat aliran listrik juga, karena korban tidak akan membawa muatan listrik ke dalam dirinya.
Semoga kita semua selalu waspada dan mendapat perlindungan dari Tuhan YME.

Yuk, Jalan-jalan ke Bengkel Garuda Indonesia

Katakepo.blogspot.com - Berjalan-jalan ke bengkel mungkin terdengar tak menyenangkan. Di dalamnya pastilah berisi bagian dalam kendaraan seperti mesin serta para pekerja yang sibuk wara-wiri melakukan pengecekan.

Tetapi bagaimana jika jalan-jalan ke bengkel pesawat? Apakah di dalamnya sama dengan bengkel kendaraan pada biasanya.

Bengkel pesawat pastilah ada di bandara. Termasuk Bandara Soekarno Hatta yang ada di Cengkareng juga memiliki bengkel pesawat. Pemilik resmi bengkel yaitu maskapai Garuda Indonesia (GI). Makanya bengkel pesawat itu bernama Garuda Maintenance Facilities (GMF).

Bengkel pesawat milik GI terdapat dua bangunan utama. Bangunan pertama adalah Engine Test Cell seperti pabrik yakni tempat pengecekan mesin pesawat. Sedangkan bangunan kedua yakni hanggar tempat pesawat parkir.

Menurut Coorporate Comunication GMF, Siska, hanggar yang dimiliki GMF ada 3. Tapi yang biasa dikunjungi adalah Hanggar 2. "Kita punya tiga hanggar tapi yang boleh dikunjungi di hanggar 2 karena keadaannya lebih rapi dan bersih. Tidak ada oli-oli yang sering berceceran," kata Siska


Mesin Pesawat Garuda Indonesia di Garuda Maintenance Facilities (GMF), Cengkareng
Pada bengkel ini, ujar Evi Sasmita dari GMF, pesawat menjalani pengujian apakah layak terbang atau tidak. Pesawat yang diuji adalah pesawat yang telah memiliki jam terbang pada jumlah tertentu. Kemudian, harus "dirumahkan" untuk menjalani pemeriksaan di bengkel.

Hal ini tidak lain adalah untuk memastikan keamanan pesawat selagi terbang, pun keselamatan penumpang dalam penerbangan tentunya.

Evi mengatakan, di bengkel pesawat ini, ternyata bukan hanya pesawat GI yang melakukan pengecekan. GMF memiliki pelanggan dari maskapai lain, dalam dan luar negeri. Pelanggan GMF dari luar negeri ternyata juga meliputi maskapai dari Eropa, Afrika, Australia, dan Amerika.

Misalnya saja Britania Air dari Inggris, Max Air dari Nigeria, Sky Air dari Amerika Serikat, serta Qantas Air dari Australia. Para pelanggan melakukan pengecekan pesawat tentunya dengan membayar sejumlah harga tertentu.

GI ternyata tidak pelit memamerkan bengkel pesawatnya. Bengkel ini bisa dikunjungi oleh umum namun terbatas. Nah, siapa saja yang boleh datang dan menyaksikan proses perawatan langsung pesawat di bengkel?

Siska memaparkan cara untuk berkelana di bengkel GI ini. Dia mengatakan, pengunjung yang boleh masuk ke GMF adalah pelajar atau mahasiswa. Jika pengunjung umum yang ingin pula mendatangi bengkel, bisa saja untuk datang bersama komunitas. Asal, tidak boleh secara individu. Karena GMF bukanlah tempat wisata, melainkan tempat untuk belajar mengenai perawatan pesawat.

"Banyak yang sudah datang kemari. Sesuai dengan tingkat pendidikan. TK, SD, SMP, SMA atau STM, dan perguruan tinggi. Kalau STM biasanya yang ada jurusan khusus misalnya mesin," ujar Siska.

Anak-anak Melakukan Kunjungan ke Hanggar 2 Garuda Maintenance Facilities (GMF)
Ia pun menuturkan, untuk bisa berjalan-jalan ke bengkel pesawat ini, mudah saja. Cukup mengirimkan surat permohonan kunjungan ke GM Corporate Communication Garuda Maintenance Facilities.

Peserta kunjungan minimal usia 4 tahun dengan banyak 100 orang. Sedangkan waktu kunjung yang disediakan pihak GMF adalah Selasa dan Kamis. Setelah mengajukan surat, tunggu beberapa lama. Karena menurut Siska, sangat banyak surat yang masuk untuk mengantre melakukan kunjungan.

Siska menuturkan, tur ke bengkel GI ada beberapa pilihan. Ada yang hanya tur GMF saja, serta ada pula tur lengkap. Tur lengkap meninjau tiga tempat langsung yang berhubungan dengan fasilitas GI.

Setelah GMF, melanjutkan ke Aerofood Catering Service (ACS) yang mengurusi pasokan makanan di dalam pesawat, serta Garuda Indonesia Training Center (GITC), yang berhubungan dengan pelatihan sumber daya manusia. "Mereka bisa milih mau tur lengkap atau sendiri-sendiri," kata Siska.

Lalu, berapa biaya yang dikeluarkan dalam melakukan tur? Tenang saja, untuk jalan-jalan di dalam bengkel pesawat GI ini tidak dipatok sejumlah biaya alias gratis. Namun harus sabar-sabar menunggu antrean kunjungan. Berminat untuk mendaftar?

Belajar Tega di India

Katakepo.blogspot.com - Banyak hal mirip antara India dan Indonesia, termasuk dalam hal belanja. Seperti terjadi di pasar di sebagian besar wilayah Indonesia, berbelanja di pasar India juga mengandaikan tawar-menawar. Bagi yang senang berbelanja dan tega menawar, India bisa menjadi tempat yang menyenangkan.

Saat kami tiba di pasar tradisional di Jaipur, pemandu wisata memberi tips agar barang yang ditawarkan ditawar lagi separuh dari harganya. Umumnya, harga barang yang ditawarkan kepada wisatawan dikalikan dua. Untuk beberapa barang, pedagang bisa menawarkannya tiga kali lipat.

Dalam praktik, tips menawar harga separuh dari yang ditawarkan ternyata tidak mencukupi. Agar berdaya guna, gelagat seolah-olah tidak ingin membeli harus digunakan juga. Jika pedagang mau memberi separuh harga dari yang semula disebutkan, itu berarti harga barang tersebut hanya sepertiga dari harga awal yang ditawarkan.

Hiasan dinding kain dengan hiasan gajah yang disulam semula ditawarkan dengan harga 1.000 rupee atau sekitar Rp 185.000. Dengan dua tips di atas, kain itu bisa dibeli dengan harga 300 rupee atau sekitar Rp 55.000. Hal yang sama berlaku untuk produk-produk lain, kecuali ada tulisan harga pas yang ditempel di dinding.

Selain berani dan tega menawar sambil seolah-olah tidak butuh, membeli dalam jumlah banyak juga memungkinkan untuk mendapatkan harga jauh lebih murah. Karena itu, setelah secara umum mengamati pasar, jika hendak berbelanja, lebih baik memilih salah satu toko saja. Barang yang dijual lebih kurang sama antara toko satu dan lainnya. Perbedaan umum hanya pada motif atau warna barang.

Perasaan risi

Di pusat kerajinan, tips yang sama juga berlaku. Ketika mendatangi pusat pembuatan dan penjualan karpet Kashmir yang masyhur, kami mendapatkan harga kurang dari separuh dari harga yang ditawarkan dalam mata uang dollar Amerika Serikat (AS).

Saat datang, diperlihatkan kepada kami sejumlah motif dan ukuran karpet. Ketika ada tanda-tanda ketertarikan, mereka menyediakan teh hangat. Sambil menikmati teh hangat, tawar-menawar dilakukan. Pada awalnya agak risi menawar harga jauh dari harga yang ditawarkan. Namun, jika ingin mendapatkan harga terbaik, lupakan rasa risi. Dari harga yang kita kehendaki, penjual umumnya mengejar. Jika kita teguh dengan harga yang kita kehendaki, karpet indah akan diberikan.

Karpet ukuran sedang (1,2 meter x 1 meter) dengan motif yang detail dan bahan halus bisa didapat dengan harga 150 dollar AS (Rp 1,7 juta) dari harga yang ditawarkan 400 dollar Amerika Serikat (Rp 4,5 juta). Harga itu bisa didapat karena tiga karpet dibeli sekaligus.

Cara berbelanja yang sama juga bisa diterapkan di houseboat di Danau Dal, Srinagar. Saat menginap, setelah makan malam, sejumlah pedagang biasanya meminta izin masuk menawarkan barang dagangan. Barang dagangan yang dibawa adalah hasil kerajinan, seperti kain, kulit, dan aneka perhiasan. Jika punya waktu, belilah barang pada hari terakhir sebelum check out. Saat itu, pedagang akan memberikan harga terbaik tanpa kita perlu berlelah-lelah menawar.

Untuk kain dan kerajinan tangan, harga barang di India lebih kurang sama dengan harga di Indonesia. Untuk beberapa barang, seperti kain dan produk sejenisnya, harganya lebih murah. Karena itu, jangan risi menawar dan menawar lagi untuk mendapat harga yang pas dan tentu saja pantas. Penjual akan senang, pembeli sudah pasti juga senang. 
Sumber : KOMPAS CETAK