Saturday, November 9, 2013

Mengenang Sejarah di Stasiun Jatinegara

Katakepo.blogspot.com - JAKARTA,Stasiun Jatinegara pernah menjadi stasiun paling ramai di Jakarta Timur. Dari sini, penumpang memulai tujuannya ke berbagai tempat. Baik masih di wilayah Jabodetabek ataupun kota lain di wilayah Jawa Barat, Jawa Tengah atau Jawa Timur.

Stasiun ini menjadi tempat bertemunya tiga jalur kereta, yaitu kereta dari jalur Pasar Senen, kereta dari jalur Manggarai dan jalur Bekasi.
Pada masa pemerintahan Belanda, stasiun bernama Staats Spoorwegen (SS). Hingga saat ini, stasiun telah beberapa kali mengalami pergantian nama. Pernah bernama Meester Cornelis, sampai kemudian nama menjadi Stasiun Jatinegara yang dipakai hingga saat ini.

Menurut Aditia Harmawan, dari pengelolan Stasiun Jatinegara, bangunan stasiun Jatinegara bisa juga disebut sebagai bangunan bersejarah. Peron yang dibangun sejak 1910, mengalami renovasi namun tak menghilangkan bentuk bangunan asli.
Berbeda dengan beberapa tahun silam, kata Aditia, stasiun Jatinegara kini tidak lagi bisa menaikan penumpang ke arah luar Jabodetabek. "Kereta-kereta ke Jawa tidak bisa naik dari sini. Tapi kalau turun bisa di sini," katanya.
Makanya stasiun kini terlihat lebih sepi. Tidak seperti beberapa tahun lalu, banyak terlihat lalu lalang penumpang dengan membawa kardus dan tas-tas besar hendak pulang kampung.

Tetapi penumpang kereta dengan tujuan Jabodetabek masih bisa naik dari stasiun ini. Mereka adalah pengguna kereta listrik (KRL). KRL sendiri, menurut Adit, telah ada di Jakarta sejak tahun 1925.

Saat itu, pengelola kereta api masih dipegang oleh Belanda. Tak hanya kereta di Jakarta, tetapi seluruh kereta api di tanah Jawa. Namun sejak kemerdekaan, perusahaan kereta api diambil alih oleh pemerintah. Tepatnya, tanggal 28 September. Makanya, setiap tanggal tersebut, diperingati sebagai Hari Kereta Api Indonesia.

Wisatawan Indonesia ke Jepang Naik 63 Persen

Katakepo.blogspot.com - OSAKA,Wisatawan Indonesia yang melancong ke Jepang tahun lalu sebanyak 101.000 orang. Jumlah itu mengalami lonjakan tajam, mencapai 63 persen dari jumlah pengunjung tahun sebelumnya.

Sebaliknya, wisatawan Jepang yang berkunjung ke Indonesia pada periode yang sama jumlahnya memang jauh lebih tinggi, mencapai 445.000 orang. Namun, dari sisi persentase, kenaikannya hanya sekitar 7 persen.

Hal itu disampaikan Direktur Layanan Garuda Indonesia, Faik Fahmi ketika membuka kembali penerbangan Garuda rute Jakarta-Osaka, Jepang, di Bandara Internasional Soekarno-Hatta Cengkareng, Kamis (7/11/2013) larut malam.

Wartawan Kompas, Frans Sarong, melaporkan, acara ditandai dengan pengguntingan pita oleh Faik Fahmi bersama Sekretaris Utama Kedutaan Jepang untuk Indonesia di Jakarta Kamite Kenji dan Direktur Eksekutif Badan Pariwisata Nasional Jepang Katsuhisa Ishizaki.

Sebelumnya Garuda pernah membuka rute penerbangan Jakarta-Osaka hingga sekitar lima tahun lalu. Rute itu ditutup karena jalurnya sepi.

”Rute ini baru dibuka kembali sekarang setelah diketahui menjadi jalur potensial,” ujar Senior Manager Pemasaran Garuda, Luqmanul Hakim setiba di Osaka, Jumat siang.

Menurut Faik, penerbangan langsung Jakarta-Osaka merupakan bagian dari upaya pengembangan jaringan penerbangan Garuda sekaligus meningkatkan layanan dengan pilihan lebih banyak untuk bepergian ke Jepang atau sebaliknya. ”Dengan tambahan penerbangan ini diharapkan akan semakin banyak wisatawan Jepang yang berkunjung ke Indonesia atau sebaliknya,” tuturnya.

Sementara Kamite Kenji menyambut gembira pembukaan kembali penerbangan Jakarta-Osaka. ”Kami mengharapkan akan semakin banyak pelancong Indonesia yang berkunjung ke Jepang,” katanya.

Penerbangan langsung Jakarta-Osaka, Jumat dini hari, yang dipiloti Madjedi Abdurachim, menggunakan pesawat terbaru Airbus A330-200 yang berkapasitas 222 tempat duduk. Penerbangan perdana setelah terhenti lima tahun itu berpenumpang 151 orang, yaitu kelas bisnis 10 orang dan kelas ekonomi 141 orang.

Penerbangan Jakarta-Osaka selanjutnya dilayani empat kali seminggu, yakni setiap Senin, Rabu, Jumat, dan Minggu. Penerbangan ini melengkapi rute penerbangan ke Jepang sebelumnya, yakni Denpasar-Osaka dan Denpasar-Tokyo, yang totalnya 32 kali dalam seminggu.

Luqmanul Hakim tidak bersedia berkomentar mengapa kenaikan jumlah wisatawan Jepang ke Indonesia persentasenya jauh lebih kecil dibandingkan wisatawan Indonesia ke Jepang. ”Mungkin Badan Pariwisata Nasional yang punya otoritas menjawab pertanyaan seperti itu,” katanya.

Ia mengakui, Garuda terus berupaya agar semakin banyak wisatawan asing, termasuk Jepang, berkunjung ke Indonesia. Salah satu upayanya melalui agenda kunjungan keluarga Garuda ke luar negeri yang melibatkan para pelaku pariwisata nasional bekerja sama dengan badan pariwisata negara asing.

Pengidap HIV, Bolehkah Punya Anak?

Katakepo.blogspot.com - HIV merupakan virus yang dapat ditularkan melalui pertukaran cairan tubuh seperti sperma, atau air susu. Karena itu, pengidap HIV diimbau untuk tidak melakukan hubungan seks tanpa pengaman.

Hanya saja, memiliki keturunan hak setiap orang, termasuk pengidap HIV. Namun dengan risiko penurunan virus dari orangtua ke anak yang tinggi, lantas, bagaimana mereka mampu memiliki tanpa menularkan virusnya?

Menurut pakar ilmu penyakit dalam dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia/Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (FKUI/RSCM) Samsuridjal Djauzi, cara paling efektif untuk mencegah penularan dari orangtua ke keturunannya adalah memastikan orangtuanya memiliki kadar virus yang sangat rendah di tubuhnya sebelum mejalani program kehamilan.

"Pengobatan dengan obat-obatan antiretroviral (ARV) memungkinkan untuk menekan jumlah virus di dalam tubuh hingga jumlahnya sangat sedikit," jelasnya dalam peluncuran situs pusat informasi HIV dan AIDS Temanteman.org, Kamis (7/11/2013) di Jakarta.

Setelah kadar virus di dalam tubuh sudah sedikit, lanjut dia, cairan tubuh khususnya sperma pada laki-laki tidak lagi mengandung virus. Karena itu, laki-laki sudah dapat berhubungan seks tanpa pengaman dengan pasangannya selama masa suburnya.

"Dibutuhkan pemeriksaan laboratorium untuk memastikan sperma bebas virus," tegas Samsuridjal.

Sementara itu, kata dia, jika si calon ibu sudah terinfeksi virus, maka pemberian ARV tetap wajib dilakukan untuk mencegah transmisi virus selama kehamilan. Dalam kandungan, bayi menerima cairan yang berisi nutrisi dari ibu, namun jika jumlah virus di tubuh ibu sangat sedikit, maka penularan sangat kecil kemungkinannya untuk terjadi.

Samsuridjal menjelaskan, proses persalinan juga dapat menularkan virus. Maka, para dokter sepakat untuk melakukan teknik persalinan Caesar untuk meminimalisasi kontak cairan antara bayi dengan ibu.
Setelah itu pun, lanjutnya, ibu tidak menyusui anaknya, karena air susu mungkin juga mengandung virus HIV. Meskipun ada pula yang mengatakan, selama ASI yang diberikan adalah ASI eksklusif, ibu dengan HIV masih bisa menyusui.

"Dengan melakukan cara-cara tersebut, risiko penularan dari orangtua ke anak dari 37 persen bisa ditekan menjadi 2 persen," pungkasnya.

Ahok Penasaran Film Sophia Latjuba

Katakepo.blogspot.com - Wakil Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menonton film 'Adriana' di bioskop XXI, Planet Hollywood, Jakarta, Sabtu (9/11/2013). Dia mengaku penasaran dengan film besutan Sophia Latjuba, yang kini sudah berganti nama menjadi Sophia Muller.

Seusai menonton film Indonesia berdurasi 90 menit tersebut, pria yang akrab disapa Ahok itu tampak sumringah. Dia mengaku bangga dengan film buatan anak negeri.

"Bagus ya, mirip film Hollywood. Karena film ini juga ada sejarah, cerita-cerita soal tokoh perjuangan, sangat bagus," pujinya.

Menonton film yang dibintangi Adipati Dolken sebagai Mamen, Kevin Julio sebagai sobar serta Eva Celia sebagai tokoh utama, yakni Adriana, Ahok mengambil tempat duduk keempat dari atas. Beberapa pemeran sekaligus produser film duduk di sekelilingnya.

Keberadaan DKI 2 di bioskop tersebut menarik beberapa orang untuk mendekatinya. Beberapa di antaranya ada yang bersalaman, bahkan ada yang sekadar meminta foto bersama. Ahok tak kalah tenar dengan beberapa bintang film yang ada di sekelilingnya tersebut.

Basuki yang pernah bermain untuk film dokumenter, Fight Like Ahok, sempat ditanya apakah dia berminat main film lagi.

"Nanti kalau sudah tidak laku di politik, baru main film deh," ujarnya sambil tertawa.

Heboh, Video Mesum 20 Menit di Garut

Katakepo.blogspot.com - GARUT,Masyarakat Kota Garut, Jawa Barat, dihebohkan peredaran video mesum berdurasi 20 menit yang menyebar lewat telepon seluler. Diduga "pelaku" video mesum itu adalah pegawai salah satu BUMN dan seorang mahasiswi dari perguruan tinggi setempat.

Salah satu warga yang melihat video itu, Taufik (27), merekam adegan intim tanpa sehelai benang pun yang menutupi tubuh pasangan tersebut. "Saya lihat dari HP teman. Yang laki-laki kira-kira umurnya 40-an, gemuk, kumisan. Sedangkan perempuannya masih 20-an. Katanya pegawai PLN dan ceweknya anak kampus di sini," ujar warga Karangpawitan, Garut, ini.

Manajemen PLN Garut belum dapat memastikan pelaku dalam video mesum itu adalah salah satu pegawainya. "Saya tidak dalam posisi memastikan atau membenarkan (pelaku) laki-laki itu pejabat di sini. Kami serahkan sepenuhnya kepada yang berwajib untuk mengusutnya," kata Asisten Manager PLN Garut, Sujasman, Jumat (8/11/2013).

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Garut AKP Dadang Garnadi mengaku telah mendapatkan informasi tentang peredaran video tersebut dan tengah menyelidikinya. "Kalau benar, akan ada tindakan lebih lanjut," ujarnya.