Friday, November 22, 2013

Pria Bertubuh Tinggi Selalu Tampak Lebih Istimewa

Katakepo.blogspot.com - Bagi perempuan, pria dengan postur tubuh yang tinggi, memiliki daya pikat tersendiri, dibandingkan pria dengan tinggi yang terbilang standar dan pendek. Bahkan, pria yang bertubuh macho tidak termasuk dalam kategori fisik paling diimpikan kaum perempuan.
Pria dengan perawakan tinggi mengesankan seseorang yang  bisa melindungi dan penuh perhatian, sehingga menimbulkan rasa nyaman. Hal ini tak mengherankan, karena kenyamanan adalah salah satu unsur yang memengaruhi kelanggengan sebuah hubungan.
Seperti yang diungkapkan oleh seorang psikolog bernama Portia Hickey, dan dikutip dari laman Daily Mail, “Saat menggambarkan fisik ideal pria impian, pada umumnya perempuan akan menjawab mereka menyukai pria yang tinggi. Daya tarik pria tinggi sering diasosiasikan dengan status sosial yang lebih baik dan daya reproduksi yang lebih kuat. Memiliki pasangan menghadirkan perasaan yang nyaman, maka dari itulah mereka terlihat lebih memikat,’’
Menurut survei yang dilakukan oleh Hickey, dan melibatkan 1.400 responden yang sebagian besar perempuan, terungkap bahwa pria dengan tinggi badan minimal 180 cm dinilai lebih gagah dan tegas, layak menjadi seorang kepala keluarga. Selain itu, bayangan betapa menggemaskannya mereka ketika sedang menimang bayi, membuat jantung perempuan berdegup kencang, saat berhadapan dengan pria berpostur tubuh tinggi.
Temuan di atas diperkuat dengan data statistik survei yang menjabarkan, sebanyak 71 persen responden perempuan yang pernah melakukan blind date, mengaku ‘hilang selera’ saat kali pertama bertemu pasangan, ternyata tubuh sang pria tidak lebih tinggi dari mereka.
Kemudian, menurut 63 persen perempuan, tinggi ideal seorang pria minimal 175 sentimeter. Tak sampai di situ, pria yang memiliki tinggi badan dibawah angka tersebut, harus berupaya lebih keras untuk mendapatkan perhatian perempuan, ouch!  
Sumber :
Daily Mail

Daripada ‘Sirik’ dengan Kebahagiaan Orang Lain, Lakukan 4 Hal Ini

Katakepo.blogspot.com - Daya tarik seorang perempuan perlu dibangun dan dipancarkan, daripada menghabiskan waktu dengan ‘mendokumentasikan’ kesuksesan dan pencapaian orang lain, lebih baik gali potensi Anda, untuk dimanfaatkan sebagai ‘amunisi’ untuk meraih kebahagiaan milik sendiri.
Tingkatkan Wawasan
Seorang perempuan yang memiliki wawasan dan pengetahuan yang luas, tentu asyik untuk diajak berdiskusi. Dirinya akan dicari dan didengar pendapatnya, perempuan golongan ini bisa dipercaya dan tidak membosankan.
Karena itu, jika merasa diri Anda kurang ‘mawas’ dengan apa yang terjadi di lingkungan sekitar dan skala global, tidak ada kata terlambat untuk menjadi lebih pintar. Mari menimba ilmu setinggi-tingginya, rajin membaca buku, koran dan situs berita terpercaya, mengikuti seminar dan sebagainya.
Memiliki penampilan yang menarik
Perempuan perlu menjaga penampilannya. Tidak perlu mahal, asal cerdas padu-padan, Anda akan memperoleh tampilan yang menari dan layak. Sesuaikan potongan rambut dengan bentuk muka, model baju dengan warna dan postur tubuh Anda.
Tak perlu menjadi ‘korban’ mode demi memperoleh imaji fashionable, apapun tren yang berlaku apabila tidak selaras dengan karakter Anda, lupakan saja. Intinya adalah tren yang mengikuti diri Anda bukan sebaliknya.
Menata ekspresi dan ‘bahasa’ tubuh
Tidak perlu berlebihan dalam berkomunikasi, dengan ekspresi yang natural dan tepat, akan memendarkan daya pikat pada lingkungan sekitar. Kejujuran sebuah senyuman tidak pernah berbohong, maka dari itu jangan pelit senyum dan jadilah seseorang yang menyenangkan untuk berdiskusi atau sekadar bercanda.
Perempuan yang terlalu pasif dan pendiam membuat suasana menjadi menjenuhkan, dan tak menutup kemungkinan membuat orang lain tidak nyaman di dekat Anda.
Andalkan kelebihan
Manusia diciptakan dengan segenap kekurangan dan kelebihan, pahamilah di mana kelebihan Anda. Tanpa harus menjadi sombong, seorang perempuan wajib mensosialisasikan kelebihannya pada lingkungan, entah kantor, pertemanan dan kolega dari lini bisnis lain.
Tujuannya agar orang lain semakin mengenal dan bisa berinteraksi lebih intensif. Tak perlu malu menceritakan apa yang menjadi hobi atau minat Anda, tetapi pastikan tetap dalam koridor sopan dan tidak berlebihan. Ibarat batu berlian, tetap perlu diasah agar sinarnya bependar ke atas permukaan.
Jadi, sudah siap memiliki pribadi yang unggul, menarik dan pandai bergaul?
Semangat!
Sumber :
CHIC

Deretan Dosa-dosa Australia Terhadap Indonesia

Katakepo.blogspot.com - Australia sudah jelas-jelas melecehkan bangsa Indonesia. Sejak lama, negara besar yang berlokasi di Asia itu, memang punya sikap mental seperti sebagian negara barat. Sikap mental lebih hebat, lebih digdaya dan lebih besar dibanding negara-negara di Asia, apalagi dibanding Indonesia. Buat mereka, Indonesia adalah negara besar dan tetangga penting, sekaligus musuh terdekat. Sikap itu sudah kentara sejak lama, dan kali ini hanya sebagai pembuktian saja atas sikap lama mereka itu.
Setiap kali berganti pemerintahan, sikap Australia terhadap Indonesia tidak banyak berubah. Mereka hanya menganggap Indonesia sebagai negara ancaman, negara yang paling potensial mengganggu Australia. Mengatakan Indonesia sebagai partner terpenting hanya di bibir saja. Menyebut Indonesia sebagai negara sahabat, hanya rekayasa. Sikap asli pemerintah Australia, justru menganggap Indonesia sebagai negara yang paling harus diwaspadai di satu sisi, dan negara yang boleh “dilecehkan” pada sisi yang lain.
Sejak dulu Australia selalu bersikap negatif terhadap Indonesia. Benar, Australia mendukung Indonesia ketika lepas dari penjajahan Jepang dan Belanda, namun setelah itu mereka selalu memusuhi Indonesia. Misalnya tentang kebijakan pencari suaka. Indonesia seringkali tidak dianggap dan seringkali didikte. Musuh kan memang harus didikte, biar tidak bisa berbuat apa-apa. Mereka kadang berbuat sesuka hati. Lalu tentang kondisi Indonesia, Australia juga tidak sungkan-sungkan menerapkan travel warning perjalanan ke Indonesia. Padahal mereka tahu persis, Indonesia adalah negara yang amat luas, sedangkan ancaman keamanan hanya di daerah tertentu saja.
Ketika Indonesia berkonfrontasi dengan Malaysia pada tahun 1960-an, Australia ikut campur dengan mendukung Malaysia. Mereka tidak suka dengan Indonesia. Demikian pula ketika terjadi konflik di Timor Timur, Australia adalah penyokong utama kemerdekaan Timor Timur yang kini menjadi Timor Leste. Demikian pula dalam hal kebijakan terhadap Papua, sampai sekarang Australia masih mencari cara bagaimana agar Papua bisa merdeka dari Indonesia. Mereka memberikan kebebasan dan fasilitas kepada aktivis Papua Merdeka melakukan kegiatan di Australia.
PUNCAK PELECEHAN
Kali ini, tindakan penyadapan yang dilakukan Australia, menjadi puncak dari pelecehan negara itu terhadap Indonesia. Yang ketahuan baru belakangan. Tapi mungkin penyadapan sudah berlangsung sejak lama, karena Australia sebenarnya tidak menganggap Indonesia sebagai sahabat, melainkan sebagai musuh. Maka, Australia pede sekali melakukan penyadapan, karena menyadap musuh menjadi hal yang biasa dalam kegiatan intelijen.
Pemerintah Indonesia yang memang punya kebijakan tanpa musuh, sadar dengan sikap Australia tersebut. Para pakar Indonesia politik dan hubungan internasional juga melihat hal seperti itu. Baik, tapi di balik kebaikannya terselip sikap permusuhan. Itulah Australia. Tidak salah jika Indonesia amat berhati-hati setiap kali berhubungan dengan Australia. Jauh lebih berhati-hati dibanding hubungan dengan negara maju lainnya seperti Amerika Serikat, atau negara-negara Uni Eropa. Letak geografis yang bersebelahan, menjadi faktor yang amat penting.
DUKUNG SBY MARAHI AUSTRALIA
Sikap Presiden SBY yang marah terhadap penyadapan tersebut, sudah tepat. Tindakan lain yang mengiringi sikap itu pun sangat tepat yaitu status hubungan diplomatik diturunkan, duta besar dipanggil pulang serta sejumlah kerjasama dihentikan sementara. Dengan sikap dan tindakan itu, Indonesia menunjukkan kepada Australia, bahwa kita tidak takut terhadap mereka. Indonesia punya harga diri, punya kedaulatan dan punya kekuatan. Jangan macam-macam!
Di sini, kita sebagai bangsa diuji sikap. Semua perbedaan, semua kepentingan, harus dilebur menjadi satu sikap yang sama, yaitu mendukung pemerintah dalam menghadapi sikap Australia. Kita harus menunjukkan bahwa bangsa Indonesia ada, bahwa bangsa Indonesia bisa, bahwa bangsa Indonesia tidak akan tinggal diam ketika dilecehkan bangsa lain.
Maka, saya dukung penuh tindakan pencet klakson di depan kantor Kedubes Australia di Jakarta, atau konjen-konjen Australia di sejumlah kota. Saya juga mendukung sikap para pegiat media sosial yang membuat halaman-halaman khusus anti Ausralia. Bahkan saya juga mendukung tindakan peretas-peretas situs resmi pemerintah Australia. Kita tunjukkan bahwa kita ada, kita bisa dan kita tidak mudah dilecehkan.
Hilangkan semua perbedaan, dan leburlah menjadi satu tujuan dan satu kepentingan, menghadapi kecongkakkan Australia! Ingat, jumlah penduduk kita adalah 245juta jiwa, sedangkan Australia hanya sekitar 23juta jiwa…

Cantiknya... Lampu Berbahan Permata Ini!

Katakepo.blogspot.com - Chandelier umumnya menghiasi kastil-kastil mewah di seantero Eropa. Pantulan cantik kristal mampu menjadi sumber pencahayaan yang istimewa, mewah, lembut, dan menarik. Namun, sejak November 2013 ini, Château de Versailles di Prancis malah menggunakan sumber pencahayaan yang berbeda dari "pakem" pada umumnya.

Desainer asal Paris, Ronan & Erwan Bouroullec memasang chandelier karya mereka di area pintu masuk Château de Versailles. Lampu karya mereka lebih mirip dengan untaian kalung.
 
Lampu bernama Gabriel Chandelier ini merupakan karya seni kontemporer permanen pertama di Château de Versailles. Lampu unik tersebut menggantung di atas Gabriel Staircase.
 
Lampu ini terbuat dari kristal Swarovski sebanyak 800 modul kristal. Tidak hanya tampak luar biasa dengan ukuran setinggi 12 meter, lampu ini pun menggunakan teknologi LED. 
 
"Tampaknya bagi kami, kristal merupakan pilihan terbaik karena secara historis, semua chandelier di Versailles dibuat dengan material ini," ujar para desainer.
 
Penggunaan karya Ronan & Erwan Bouroullec berawal dari kompetisi yang diluncurkan pada 2011 oleh Public Administration of the Palace, Museum and State Property Department bagi Versailles. Karya perusahaan desain kelas dunia ini begitu rapuh, namun kompleks.

Chandelier unik ini mengawinkan keindahan kristal dan cerdasnya pencahayaan inovatif.
Sumber :
www.dezeen.com

Bertandang ke Negeri Orang Bahagia

Katakepo.blogspot.com - KETIKA menginjakkan kaki di Swedia pada awal September lalu, negeri itu sedang dihujani pujian. Ia dinobatkan sebagai satu dari lima negara dengan penduduk paling bahagia di dunia bersama Denmark, Norwegia, Swiss, dan Belanda.

Laporan Columbia University's Earth Institute menempatkan Denmark di urutan pertama dan Swedia di urutan kelima dari survei pada 156 negara. Ukuran kebahagiaan itu atas dasar kemakmuran, pendapatan, jaminan kesehatan, bebas korupsi, dan bebas membuat pilihan hidup.

Warga Swedia, Sanna Lindberg—yang menjabat Kepala Sumber Daya Manusia Hennes&Mauritz AB—tidak setuju dengan predikat urutan nomor lima. ”Bagaimana bisa Denmark di urutan pertama? Kami lebih bahagia,” ujarnya ketika menyambut beberapa wartawan dari Indonesia.

Rekannya, Hacan Andersson, menimpali dengan nada bercanda. ”Warga Denmark terlalu banyak minum. Mungkin kami harus lebih banyak minum agar bisa di urutan pertama. Ha-ha-ha,” tambah Andersson.


Orangtua di Swedia bergantian cuti untuk menjaga anak-anak mereka. Pemerintah Swedia memberi izin cuti pengasuhan anak hingga anak-anak berusia 1,5 tahun.
Berkunjung di Stockholm, ibu kota Swedia, menjelang akhir musim gugur agaknya menjadi waktu yang tepat untuk menilik kebahagiaan ala warga Swedia. Kafe dan restoran yang menghadap ke taman disesaki warga yang ingin menikmati limpahan sinar matahari menjelang musim dingin.

Ketika pelancong dari Indonesia sibuk mencari tempat duduk di bawah teteduhan pohon, penduduk Stockholm betah berlama-lama berjemur sambil menenggak segelas bir. Bersantai di udara terbuka terasa begitu nyaman karena udara kota yang begitu bersih.

”Musim gugur selalu menjadi favoritku. Musim dingin bisa minus 20 derajat celsius, kadang terasa musim dingin seperti tak akan berakhir. Itulah kenapa kami banyak bepergian ke tempat yang lebih hangat,” ujar Emily, warga Stockholm.

Matahari musim panas di Swedia pun tak pernah terasa terik. Suhu maksimal paling-paling 25 derajat celsius. Tak heran, sinar matahari yang kadang datang lalu pergi tertutup mendung itu jadi buruan warga di musim gugur. Beragam kegiatan seperti rapat sengaja dipindah ke luar ruangan tiap kali matahari bersinar hangat.

Jalan kaki

Menikmati cahaya matahari di taman atau sambil berjalan kaki menjadi kemewahan tak ternilai. Hanya butuh sepuluh menit bagi Emily untuk jalan kaki dari apartemennya menuju tempat kerja. ”Jumlah penduduk kami hanya 9 juta jiwa. Jalan kaki ke mana-mana begitu mudah,” tambahnya.

Kota Stockholm, Swedia, yang nyaman bagi pejalan kaki.
Jika tak ingin jalan kaki, transportasi umum seperti trem atau bus menjadi pilihan nyaman. Lalu lintas di kota terpadat di Swedia itu tak pernah macet. Mobil pribadi hanya satu-dua yang melewati jalan raya.

Lindberg menyebut bahwa kebahagiaan orang Swedia bisa tampak jelas dari keramahan dan senyum yang melekat di wajah mereka. Keramahan ala Swedia antara lain kami reguk ketika bertemu dengan Andreas Löwenstam, kepala desainer busana pria H&M.

Untuk menceritakan bagaimana ia memperoleh inspirasi dalam berkarya, pria yang banyak berkolaborasi dengan artis Hollywood ini mengajak jalan-jalan menikmati kenyamanan lingkungan sekitar apartemennya di wilayah Hornsgatan, Stockholm.

Jika punya cukup banyak waktu, Löwenstam biasa berjalan kaki 30 menit menuju kantornya. Kali ini, ia berjalan kaki dari apartemen rumahnya yang bekas gedung sekolahan ke sebuah toko majalah yang menjual beragam majalah mode. Dari kios kecil itu, ia lalu mengunjungi Herr Judit Store, toko yang menjual pakaian, aksesori, hingga perhiasan kuno ala Amerika.

Sore itu, kami berpapasan dengan bintang film asal Swedia, Michael Nyqvist, yang berperan sebagai Kurt Hendricks dalam film Mission: Impossible–Ghost Protocol. Nyqvist berjalan kaki tanpa pengawalan. Di sudut jalan yang lain juga tampak adik kandung Raja Swedia, Carl XVI Gustaf, sedang berjalan santai di taman kota seorang diri.

Salah satu museum favorit, Museum Fotografiska.
Sepanjang perjalanan, banyak ayah atau ibu yang mengasuh anak-anak mereka di taman sembari berjemur. Orangtua di Swedia bergantian cuti untuk menjaga anak-anak mereka. Pemerintah Swedia memberikan izin cuti pengasuhan anak hingga anak-anak berusia 1,5 tahun.

Museum kontemporer

Selain menikmati curahan sinar matahari di udara terbuka, warga Swedia punya banyak ruang untuk berekreasi di kota. Salah satunya adalah dengan berkunjung ke museum. Di Stockholm saja terdapat 87 museum.

Salah satu museum favorit Löwenstam adalah Museum Fotografiska. Museum ini memajang karya fotografi kontemporer. Setiap tahun, museum ini menggelar empat pameran utama dan 15-20 pameran kecil di gedung museum yang sudah dibangun sejak 1906. Pengunjung museum selalu antre karena karya yang disuguhkan selalu baru. Kali ini, Museum Fotografiska mempertontonkan karya dari fotografer Helmut Newton (1920-2004), Pieter Hugo, dan Marcus Bleasdale.

Newton yang juga dikenal sebagai fotografer telanjang, misalnya, menghidupkan foto mode dari sekadar gambar busana menjadi gambar manusia. Mode bukan sekadar terletak pada detail baju, tapi juga pada ekspresi hingga kegetiran hidup.

Beberapa dari karya foto telanjangnya itu dipertontonkan di Museum Fotografiska. Beberapa karyanya, seperti foto perempuan yang memakai pelana kuda di punggung, tergolong kontroversial. Foto hitam putih berjudul Saddle I berangka tahun 1976 itu dinilai merendahkan martabat perempuan.

Museum kontemporer dengan citarasa lain yang tak kalah menarik adalah ABBA The Museum. Mengunjungi museum ini seolah menghidupkan kenangan pada band kondang asal Swedia, ABBA. Agnetha, Björn, Benny, dan Anni-Frid dihadirkan kembali kepada penggemarnya di museum ini.

Museum kontemporer, ABBA The Museum Stockholm.
Lagu-lagu unggulan ABBA, seperti ”Dancing Queen”, ”Knowing Me Knowing You”, serta ”Mamma Mia” diperdengarkan di seluruh penjuru ruangan. Pengunjung bisa turut menyanyi dengan fasilitas hologram sebagai anggota kelima ABBA. Kegiatan menyanyi bersama anggota ABBA ini sengaja direkam dan bisa diunduh oleh pengunjung secara online dari website museum.

Pengunjung dari seluruh penjuru dunia berdatangan dan merasa puas dengan suguhan kenangan pada ABBA. ”Terima kasih untuk musik yang selalu menghadirkan perasaan menakjubkan,” kata O’Connor dari Sydney, Australia.

Perasaan menakjubkan itu pula yang bisa dibawa pulang sebagai kenangan pada negeri orang-orang bahagia dari belahan bumi bagian utara. Swedia, dekat dengan Kutub Utara, tapi hangat oleh senyum penghuninya. (Mawar Kusuma)
Sumber : KOMPAS CETAK