Friday, August 23, 2013

Laut Bali Tak Lagi Jadi Surga Peselancar

Katakepo.blogspot.com - Jakarta . Zak Noyle merupakan reporter Surf Magazine. Dalam profesinya, Noyle kerap mengunjungi lokasi wisata. Salah satunya berkunjung ke daerah terpencil di Bali. Sebelum mencapai Pulau Dewata, Noyle membayangkan akan disambut oleh air laut yang jernih berwarna hijau tosca, sebening kristal. Ternyata Noyle mendapatkan penyambutan yang berbeda. Yang ia lihat adalah tumpukan sampah sudah mengepung Laut Bali.

"Sampah tiba-tiba muncul ketika kami berada di laut, kata Noyle seperti yang dikutip ABC News. "Jumlahnya sangat banyak. Bahkan saya temukan batang pohon seukuran mobil. Banyak sekali bungkus makanan dan botol minuman. Kami juga menemukan bola sepak di antara puing-puing itu."

Untuk mengarungi lautan, Noyle dan timnya menumpang perahu kecil. Karena laut penuh dengan sampah berukuran besar, perahu mereka pun sempat tidak bisa berjalan. Menurut Noyle, bahkan banyaknya sampah berukuran besar ikut menutupi area pemotretan.

Soal lokasi liputan Noyle di Bali tidaklah disebutkan. Namun tempat itu memang sangat terpencil. Untuk mencapainya, tim Noyle harus menumpang pesawat hampir selama 24 jam, dilanjut naik perahu sepanjang 12 jam. Namun usaha itu tidak sebanding dengan yang ia dapatkan. "Sampah itu sangat buruk dan selalu terbawa ke tepi pantai ketika ombak besar bergulung," kata Noyle.

Selogan Bali "Tidak ada manusia, hanya ada hutan dan hewan di sini", sepertinya tidak berlaku bagi Zak dan timnya. Laut Bali yang terkenal sebagai surga para peselancar sudah berubah jadi gunungan sampah sejauh mata memandang.


0 comments:

Post a Comment